Pencanangan Kampung KB di Dusun Lendang Jae

Lembar-KIM. Dusun Lendang Jae, Desa Lembar, Kecamatan Lembar memiliki banyak fenomena didalam masyarakatnya,terutama pada permasalahan pernikahan dini / pernikahan usia sekolah. Pernikahan dini inilah menyebabkan stunting (anak pertumbuhan pendek, red). Di  Desa Lembar sendiri tercatat sebanyak 285 anak balita. Dari jumlah itu  orang yang terkena stunting sebanyak 150 orang.

Pernikahan usia muda mengakibatkan munculnya permasalahan sosial di masyarakat. Yang kerap terjadi akibat itu adalah timbulnya perceraian. Berangkat dari fenomena sosial ini Dusun Lendang Jae dicanangkan menjadi Kampung KB.

Pencanangan kampung KB ini berlangsung Senin (1/10) lalu dihadiri  Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB,  Kadis DP2KBP3A Kabupaten Lobar, Kabag Kesra Setda Lobar, Camat Lembar,Kepala Desa Lembar, Kadus Lendang Jae  Toga dan Toma dan para peserta KB se Dusun Lendang Jae.

Kades Lembar Sainah dalam pengantarnya menyatakan,  di  desanya banyak sekali permasalahan pada masyarakatnya terutama pada  permasalahan pernikahan dini, yang menyebabkan persoalan sosial.  “Saya sampaikan terima kasih  kepada Kadis DP2KBP3A bahwa salah satu dusunnya dicanangkan sebagai  Kampung KB,” ungkapnya.

Sementara itu  Kabid.  KSBK  Bq. Nurhayati  mewakili Kepala  Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, menyatakan, Lendang Jae merupakan Kampung KB hebat. “Semua programnya Insya-Allah akan mantap,masyarakat dan keluarga bersemangat. Insya-Allah bermanfaat dunia akhirat,” kata Nurhayati.

Nurhayati menambahkan, masalah KB ini sangat pelik,sebab dijamin era 80 and masalah KB ini sangat sulit diprogramkan karena pemikiran masih bersifat primitif.

MenurutNurhayai,  adanya penafsiran bahwa banyak anak banyak rezeki, berbeda dengan zaman now kali ini banyak anak banyak resiko.

Program KB terkait dengan mulai dari keluarga – keluarga yang mempunyai balita yang dikelompokkan menjadi satu kesatuan kelompok umur, Kader BKB (Bina Keluarga Berencana). Di dalamnya  terkait dengan pendidikan pola anak asuh,Paud. Sementara anak dan ibunya sasarannya di Posyandu.

“Sehingga BKB harus terintegrasi holistik dengan dasar Perpres 60 tahun 2013 yang terkait Pengembangan anak usia dini, Peraturan Gubernur no 3  tahun 2013 mengenai pengembangan anak usia dini juga, Permendagri no 9 tahun 2013 terkait layanan dasar anak. Sehingga program BKN, Paud,Posyandu menjadi satu kesatuan. Karena itu kampung  KB di Lendang Jae ini diharapkan BKB nya ada, Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL),”  jelasnya.

Pencanangan Kampung KB ini ditandai dengan dibukanya tirai Kampung KB oleh Sekertaris Dinas DP2KBP3A ,H L Adipati didampingi Kabag Kesra H Mu’tasyimbillah, dan Kabid  KSBK Provinsi NTB Bq. Nurhayati . ( Aroel/Amirullah/KIM Lembar Beersaing).

print