Peningkatan Daya Saing, Guru Harus Perbanyak Inovasi Berbasis Lokal

Mataram, Kominfo -Membangun pendidikan menjadi lebih baik jika banyak berbasis dari permasalahan-permasalahan yang bersumber dari lingkungan sekitar. Untuk selanjutnya dicarikan jalan keluarnya atau solusi lokal. Salah satu cara inovasi yang paling efektip yakni dengan menampilkan kemasan kemasan yang berbeda dari biasanya.
“Untuk mempercepat pemahaman kepada anak didik terutama pada tingkat pendidikan dasar sangat diperlukan inovasi dan kreasi pembelajaran. Inovasi penting karena kita ingin survive. Kita butuh inovasi untuk memiliki daya saing. Dan saya kira banyak guru lokal di NTB dengan caranya sendiri mampu berinovasi untuk mempermudah pemahaman pembelajaran bagi peserta didik,” ujar Gubernur NTB Zulkieflimansyah pada Forum Temu Inovasi Pembelajaran se NTB, Selasa (18/12) di Mataram.
Menurut Gubernur, dengan inovasi dan daya kreasi yang tinggi menunjukkan seorang guru berpikiran dinamis dan mengabaikan pembelajaran yang sifatnya statis, monoton yang menjemukan bagi anak didiknya, bahkan sulit untuk dipahami.
“Kita ingin anak didik kita bisa hadir dalam lingkungan pembelajaran di sekolah yang menyenangkan dan rekreatif. Dengan cara seperti ini anak didik kita hindari penerimaan suatu bahan ajar yang membebani dan merasa tertekan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Kita ingin tentunya secara bertahap membuka wawasan berpikir anak lebih terbuka dan ke depannya anak diharapkan akan menjadi lebih cerdas dalam beringteraksi dengan mata pelajaran yang diberikan guru,” ujar Gubernur.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Muhammad Suruji menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bekerjasama dengan Inovasi untuk Anak Indonesia (Inovasi) sebuah program kemitraan Pemerintah Indonesia dan Australia hyang bertujuan untuk peningkatan mutu pendidikan dasar.
Forum Temu Inovasi ini berthemakan “Akselerasi Mutu Pendidikan Menuju Nusa tenggara Barat yang Gemilang, Solusi Lokal untuk Inovasi pembelajaran”.
“Tujuan kegiatan ini mempertemukan segenap pemangku kepentingan dari berbagai jajaran dan pelaku di bidang pendidikan sehingga terjadi proses diskusi serta gelar karya dan praktik-praktik baik dan menjanjikan di bidang pendidikan khususnya di bidang literasi, numerasi anak didik serta dalam meningkatkan kualitas pembelajaran anak berkebutuhan khusus,” kata Suruji.
Second Secretary dari Kedutaan Besar Australia Farah Tayba menyatakan, program Inovasi merupakan program kemitraan penting angtara Pemerintah Australia dan Indonesia yang khusus di NTB dilaksanakan di enam kabupaten/kota sebagai mitra Inovasi yakni Kabupaten Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu dan Kabupaten Bima.
“Program ini penting dilaksanakan untuk mendorong cara-cara lokal yang dilakukan oleh seorang pendidik untuk bisa berbagi praktik-praktik yang terbukti baik ini secara lebih luas bagi peningkatan mutu pendidikan anak di tingkat dasar,” ujar Farah. (her/Kominfo)

print