Penuhi Hak Dasar Warga, Pemdes Mekar Sari Gelar Isbat Nikah Massal

Narmada-KIM. Kepemilikan buku nikah merupakan hak dasar warga yang harus terpenuhi, banyaknya pernikahan warga yang tidak tercatat oleh kementerian agama sehingga hal itu berdampak terhadap tidak bisanya warga mengakses dokumen akta kelahiran karena syarat administratif untuk membuat akta kelahiran harus menyertakan buku nikah,KK dan surat keterangan kelahiran dari pihak kesehatan.

Menanggapi kebutuhan dasar warga tersebut, Pemerintah Desa Mekar Sari menganggap sangat hal ini sangat urgent untuk menyelesaikannya maka Pemerintah Desa memprogramkan isbath nikah massal. Sidang isbath nikah ini diselenggarakan bertempat dihalaman Kantor Desa Mekar Sari dan Pengadilan Agama Kabupaten Lombok Barat langsung turun untuk menyidangkannya.

Pengadilan Agama Lombok Barat memiliki program isbath nikah gratis atau biasa disebut dengan program prodeo. Dalam program prodeo ini merupakan prioritas untuk masyarakat yang tidak mampu. Dan pada sidang isbath nikah ini diikuti oleh 123 pasutri (pasangan suami istri), dimana 40 pasutri masuk pada program prodeo Pengadilan Agama dan 83 pasutri yang non prodeo (berbiaya).

83 pasutri yang tidak masuk pada program prodeo pembiayaannya diintervensi oleh Pemerintah Desa Mekar Sari melalui APBDes tahun anggaran 2018 sehingga semua warga yang mengikuti program isbath nikah free cost. Hal ini disambut dengan pernyataan Abdul Satar Sekdes Mekar Sari. “Isbat nikah ini dilaksanakan karena banyak sekali pasangan suami istri di Mekar Sari yang belum memiliki buku nikah”. Saat dimintai keterangan.

Banyaknya pasutri yang harus disidangkan oleh Pengadilan Agama sehingga Pemerintah Desa menjadwalkan dua hari untuk pelaksanaannya, mulai dari tanggal 25 s/d 26 September 2018. (Mustar-Kim Mekar Sari).

print