Penyiaran Sehat, KPID NTB Ingatkan Penyiar Patuhi Undang-Undang Penyiaran

Gerung, Kominfo. Insan penyiar haruslah memahami aturan bersiaran yang tertuang dalam Undang Usndang Penyiaran untuk menghasilkan siaran-siaran yang produktif dan bernilai bagi masyarakat pendengar. “untuk itu kami berharap kepada para penyiar untuk tidak apriori membaca UU penyiaran yang sudah dietepkan pemerintah,” kata Sahdan Komisionir Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat saat audiensi dengan jajaran Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Suara Giri Menang (SGM) di Gerung, Rabu (30/1).

Dipimpin Ketua KPID NTB Yusron Hadi dan seorang anggota komisioner lainnya dan staf KPID, Sahdan juga mengingatkan agar para penyiar dalam membaca berita sebisa mungkin menyebutkan sumber berita yang disiarkannya.

Diterima Direktur Radio SGM, Drs. Rasidi, Sahdan jugha menyinggung penyiaran iklan komersial, Radio SGM diingatkan untuk tidak menyiarkan iklan-iklan kenvensional yang berbayar, karena aturannya tidak membolehkan. “Kami berikan solusi agar Radio SGM bisa bekerjasama dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membuka kerjasama seperti dialog publik dan Iklan Layanan Masyarakat (ILM),” kata Sahdan.

Sahdan memisalkan, jika saat siaran musik (lagu) yang adalam siarannya melanggar hal-hal yang ada dalam UU Penyiaran agar bisa diingatkan. “Untuk diketahui saat ini kami tengah melakukan kajian terhadap musik bergenre daerah/lokal dengan melibatkan House Produktion, karena memang ada beberapa temuan karena ada lagu-lagu daerah yang menyinggung SARA, terlalu fulgar baik berupa lirik maupun isinya dan lain-lainnya untuk selanjutnya kami memberikan warning,” kata Sahdan.

Sahdan berharap para penyiar mellaui koordinator penyiaran untuk menginformasikan pemahaman kepada seluruh  penyiar untuk berhati-hati ketika melakukan siaran.

“Karena untuk bersiaran ini ada saja nantinya penyiar kebablasan, keceplosan yang kemudian menyalahi aturan yang ada. Hal ini dilakukan semata-mata agar mutu dan produktivitas siaran kita benar-benar diterima dengan baik oleh masyarakat pendengar kita,” kata Sahda. (Her, Kominfo).

print