Penyuluhan Bahaya Radikalisme dan Terorisme Di Ponpes Abu Zar Algifari Montong Are

Kediri KIM, Kamis 04/05/17  pukul 13.00 wita berlangsung acara Penyuluhan Pemberantasan terorisme dan Radikalisme oleh Kor Binmas Mabes Polri di Yayasan Abu Dzar Al Gifari Dusun Penandah Desa Montong Are Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat.

Adapun yang hadir dalam kegiatan penyuluhan tersebut antara lain Rombongan dari Kor Binmas Polri  Ust. Abdurrahman Ayub, AKBP. Drs. KUrnia ( Densus 88 Anti Teror Mabes Polri ), AKBP Dra.Fatimah AR. Dan dari Binmas Polda NTB AKBP Ruslan Abdul Gani.

Pimpinan Yayasan Abu Dzar Al Gifari Tgh. Mukhti Ali, Lc dalam sambutan menyampaikan syukur alhamdulillah telah mendapat kunjungan dari Mabes Polri dalam rangka menjalin silaturrahmi dengan para santri yang ada di Yayasan yang dipimpinnya.

“Mudah-mudahan bermanfaat bagi kehidupan kita yakni hubungan baik dengan sesama serta hubungan dengan Allah SWT, Penting sekali untuk diketahui sebagi umat yang beriman yakni beribadah kepada allah dengan menjaga hubungan dengan Allah SWT dan menjaga hubungan dengan sesama manusia serta pemerintah.”. Tegas Mukhti Ali saat memberikan sambutan.

Kegiatan ini dihajatkan untuk memberikan pemahaman kepada warga dan keluarga besar Yayasan tentang bahaya Radikalisme dan Terorisme. Karena tidak akan ada kebaikan atau pelaksanaan ibadah yang dilakukan oleh seorang muslim kalau tidak ada keamanan seperti yang di kutip dari beberapa kejadian yang ada di Syuriah dan negara – negara Timur Tengah lainnya yang saat ini sedang mengalami musibah peperangan di negaranya.

Sementara Ust. Abdurrahman Ayub  menyampaikan dan menyerukan kepada para santri dan tamu undangan agar selalu taat kepada perintah Allah dan pemerintah yakni dengan memuliakan pemerintah dan antar sesama dengan cara itu kita sudah menjadi warga negara yang baik.

“Kepada seluruh santri untuk terus melakukan hujjah / menumbuh kembangkan proses belajar mengajar serta selalu menyerukan islam yang rahmatan lil alamin, jangan sampai melakukan hal – hal yang merusak seperti  makar atau menggulingkan pemerintah yang sah dan mengkafirkan pemerintah dengan mengatakan pemerintah yang thogut, melakukan jihad – jihad di jalan yang tidak benar, Jangan tergiur dengan ajakan atau rayuan teman yang mengajak kepada kerusakan atau ajakan – ajakan untuk menjadi target perekrutan orang – orang yang tidak jelas dengan mengiming – imingi syurga atau harta material baik berupa uang dan sebagainya”. Tegas Ust Abdurrahman saat menyampaikan orasinya.

Begitu Juga AKBP Drs. Kurnia dari Densus 88, menyampaiakan hal yang serupa dengan Ust Abdurrahman tentang bahayanya tindak terorisme, “Kenapa memilih Provinsi NTB sebagai tempat soasialisasi? karena seringkali pelaku terorisme berasal dari salah satu daerah di Provinsi ini”. Tegas Kurnia. Sri/KIM Subulussalam

print