Peringatan Hari Assuro’ di Ponpes Nurul Hakim Dihadiri Menpora

Kediri-KIM. Ponpes Al Islahuddiny Kediri menyelenggarakan pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan masyarakat Kecamatan Kediri yang dirangkai memperingati hari As Syuro’ tanggal 10 Muharram 1440 H, Kamis (20/9/2018). Pemberian santunan anak yatim ini asuhan Majlis Ta’lim Siti Khadijah Pondok Pesantren Al Islahuddiny Kediri.

Dalam kegiatan tersebut hadir Menpora H. Imam Nahrawi, para atlit Asean Games peraih medali emas, para tuan guru alumni Ponpes Al Islahuddiny se pulau Lombok, masyarakat beserta para santri /i Ponpes Al Islahuddiny yang berjumlah sekitar 2000 orang.

Pimpinan Ponpes Al-Islahudiny Kediri, TGH. Muchlis Ibrahim dalam pengangtarnya menyatakan,   Hari Assuro’ ummat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah. “Karena itu saat ini kita mengumpulkan perwakilan alumni dan santri Ponpes Al Islahuddiny untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT. Kedatangan Menpora bersama para atlit berprestasi diharapkan bisa memberi motifasi kepada kita semua terutama para santri bahwa tinggal dilingkungan pesantren tidak menjadi penghalang untuk berprestasi,” ungkapnya.

Ditambahkan TGH. Muchlis Ibrahim, pada 10 muharram adalah hari diampuninya dosa nabi adam as kurang lebih ada 15 kejadian penting yang terjadi pada tanggal 10 muharram. “Ponpes al I islahuddiny sangat bangga dengan kedatangan Menpora apalagi kedatangannya di dampingi atlet atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga. Dan  yang paling berkesan tampilnya L.M ZOHRI sebagai juara ditingkat internasional,” tuturnya.

Sementara itu Menporas H. Imam Nahrawi menyatakan,  Kedatangannya ke NTB bersama para tlkit berprestasi untuk mengurangi duka masyarakat yang terkena dampak gempa Lombok yang begitu dahsyat terjadi beberapa waktu lalu.  “Masyarakat Lombok begitu tabah, kuat dan ikhlas menghadapi bencana. Karena dibalik bencana akan ada hikmah dan selalu berprasangka baik terhadap Allah SWT,” kata menpora.

Menpora juga meminta doa dan dukungan kepada Tuan Guru, para santri dan anak yatim di daerah ini agar indonesia kedepan sejajar dengan negara maju lainnya. “Saya juga mengajak Pimpinan Ponpes maupun para santr agar kegiatan olahraga dijadikan program ekstrakurikuler di ponpes,” pintanya. (Sri/KIM Subulussalam Kediri)

print