Perkawinan Usia Dini Tinggi di Lobar, Dampak Buruk Pertambahan Penduduk

Gerung-Permasalahan kependudukan saat ini telah  menjadi tanggungjawab Pemda yang semakin berat yakni penanganan kualitas penduduk yang belum sesuai harapan, persebaran penduduk yang belum proporsional, banyaknya penyandang masalah kesejahteraan sosial dan administrasi kependudukan yang belum tertib.

“Permasalah kependudukan di Lombok Barat yang tidak kalah penting yakni tingkat persebaran penduduk yang belum merata serta tingakt perkawinan usia dini yang masih cukup tinggi. Akibatnya banyak persoalan sosial yang ditimbulkan,” kata Kepala Bappeda Lombok Barat Rusditah di Gerung, Senin (3/2/20).

Dikatakan, permasalahan kependudukan yang timbul di Lombok barat yakni masih banyaknya penyandang masalah kesejahteraan social (PMKS) yang terdiri dari kemiskinan, keterlantaran, disabilitas, ketunaan social dan penyimpangan perilaku, korban bencana, keterasingan serta korban tindak kekerasan. Di Lombok Barat sendiri tercatat sebanyak 66.996 penyandang PMKS tahun 2018.

“Berdasarkan catatan tersebut terlihat bahwa permasalahan social sebagai dampak dari permasaalahan kependudukan di Lombok barat masih cukuyp tinggi. Jumlah PMKS tahun  2018 sudah mencapai 80/220. Jumlah fakir miskin mencapai 66.996 KK. Karena itu diperlukan penyusunan grand design pembangunan kependudukan (GDPK) untuk tahun 2020-2045 dalam rangka mewujudkan kualitas penduduk, pertumbuhan merata, sejahtera, berakhlak mulia dan serasi dan didukung Sumberdaya alam dan lingkungan serta sebagai langkah awal menciptakan masyarakat Lombok Barat yang berkualitas dan memiliki daya saing,” ungkap Rusditah. (her)

print