PKL di Kawasan Wisata Senggi Ditertibkan Kembali

Batulayar – KIM. Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Senggigi kembali dilakukan hari ini, 24 Agustus 2017. Sebagaimana diketahui, di daerah pariwisata Senggigi khususnya, hamper bisa dikatakan bahwa tiga masalah ini terus menjadi dilemma, sampah, sampan dan pedagang. Mulai dari depan Hotel Sentosa, penertiban dilakukan oleh Gabungan Satuan Polisi Pamong Praja, Anggota Polres Lombok Barat, Anggota TNI Danposramil dan Kodim 1606, APKLI, serta aparat Pemerintahan Kecamatan Batulayar yang ikut diterjunkan.
Sebelum acara dimulai, Camat Batulayar Suparlan memberikan maklumat kepada para aparat di Pantai Depan Hotel Santosa Senggigi. Dalam arahannya, Suparlan mengatakan bahwa permasalahan sampan yang menggangu kenyamanan dan keindahan dunia wisata taka da jeranya, dari waktu ke waktu tetap diperingatkan namun mereka tak yang mengindahkan, begitu ujar Suparlan.
Dikoordinatori oleh Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Batulayar, aksi mulai dilakukan dari pinggir pantai depan Hotel Sentosa. Dengan membongkar lapak dan warung-warung yang melampaui batas pandang para wisatawan.  Herman Rogo selaku koordinator lapangan aksi langsung mengarahkan petugas usai menertibkan pedagang di depan Hotel Sentosa.
Aksi berlanjut hingga pinggir jalan depan Hotel Maskot, Marina, dan hotel Aruna semua lapak yang masih tersisa diangkut oleh mobil Pol. PP Kabupaten Lombok Barat yang selanjutnya dikumpulkan di Kantor Kecamatan Batulayar. Terakhir tadi malam saya peringatkan bahwa besok akan diadakan penertiban, namun para pedagang makin ngewel dan membuat jengkel, demikian keterangan Rogo di sela-sela pengangkutan lapak-lapak yang ada di pinggir jalan.
Sembari mengangkut barang-barang yang masih tersisa, Pol PP Kabupaten mendata para pedagang yang menjadi sasaran kegarangan satuan aparat. Ini kita akan data, supaya pemiliknya bisa mengambil sesuai dengan data yang kita tulis, ujar Gusti, aparat dari Pol PP Lombok Barat. Selain penertiban, ada beberapa PKL yang barangnya tidak diangkut dengan negoisisasi akan membongkar lapak sendiri. Penertiban usai dilakukan menjelang pukul 11: 30 wita.  KIM Layar Stone/Muhtar Juaini.
print