Plan Indonesia gandeng PKK Kabupaten Lombok Barat untuk Edukasi Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19

Kediri, KIM Diskominfotik – Sejak wabah COVID-19 merebak, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melalui melalui proyek WASH SDGs for COVID-19 Inclusive  Intervention for Eastern Indonesia (WISE) turut gencar memberikan sosialisasi tentang protokol kesehatan. Jargon 5M (Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Menjaga Mobilitas) tidak hanya disampaikan ke masyarakat melalui berbagai media komunikasi, melainkan juga diterapkan dengan tertib oleh tim Plan Indonesia dalam melalukan kegiatan bersama masyarakat. 

Keberadaan COVID-19 memaksa setiap orang untuk melaksanakan protokol kesehatan, tak terkecuali kaum difabel, anak-anak dan orang lanjut usia. Hal ini menyebabkan pengadaan fasilitas cuci tangan yang dapat digunakan dengan mudah oleh semua orang termasuk penyandang disabilitas di berbagai tempat umum menjadi sesuatu yang sangat penting demi memutus rantai COVID-19.  

Melalui kerja sama dengan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Inklusi dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) , Plan Indonesia memberikan 6 sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS) inklusif disabilitas untuk diletakkan di puskesmas dan posyandu keluarga. Selain itu juga juga akan dibagikan safety box untuk pengamanan limbah medis infeksius COVID-19 ke Puskesmas dan juga desinfektan ke Puskesmas dan Masyarakat.  Dalam kesempatan kegiatan Posyandu Keluarga bersama ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lobar, Ny. Hj.Khairatun Fauzan Khalid menyerahkan secara simbolis fasilitas CTPS inklusif disabilitas tersebut kepada Puskesmas di Posyandu Keluarga Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Selasa (6/4/2021).

Dalam sambutannya beliau terus mengingatkan pentingnya posyandu keluarga sebagai wadah untuk edukasi masyarakat khususnya terkait COVID-19.

“Jika posyandu keluarga telah berjalan aktif maka banyak pekerjaan rumah masalah kesehatan masyarakat seperti Pandemi COVID-19 bisa dapat teratasi. Dalam posyandu keluarga maka peran kader untuk edukasi jalan trus sehingga mindset masyarakat bisa terbangun untuk bisa melakukan pencegahan penularan COVID-19 dengan tetap melaksanakan protocol kesehatan,” Ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Ny. Hj.Khairatun Fauzan Khalid menyampaikan apresiasi kepada Plan Indonesia yang telah banyak membantu Kabupaten Lobar dalam pencegahan penularan COVID-19. Harapan untuk kedepannya kerjasama ini dapat terus terjalin, sinergi antara Plan Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Lobar untuk mempercepat penanganan COVID-19. KIM Diskominfotik/YL

print