PLAN INTERNASIONAL GELAR PELATIHAN PHBS DI KECAMATAN KEDIRI

Kediri Diskominfotik KIM Kota Santri, Pandemi Covid-19 yang melanda saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir bahkan masih menunjukkan penyebarannya secara pluktuatif, tak terkecuali di Lombok Barat, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah maupun Pemerintah Daerah  untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran virus ini  mulai dari penerbitan peraturan-peraturan sampai dengan melakukan razia penerapan protokol kesehatan.

Dalam upaya ikut berperan dalam pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19 di Lombok Barat Plan Internasional  menggelar pendidikan dan pelatihan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Aula Kantor Camat Kediri, Senin (22/02/21).

Pelatihan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakan agar selalu berprilaku Hidup Bersih dan Sehat serta lebih serius lagi dalam menerapkan protokol kesehatan ungkap Saparudin perwakilan Plan Internasional di Lombok Barat.

Peserta pelatihan dibatasi sejumlah 30 orang megingat peserta  wajib menerapkan protokol kesehatan.

Lebih lanjut Syafaruddin mengatakan  hadirnya Plan Internasional sebagai pos pendidikan khususnya di wilayah Lombok Barat yang fokusnya saat ini emergency covid-19 dan pendidikan.

Plan Internasional sebagai perpanjangan tangan untuk selalu mengedujasi Masyarakat dan pendidikan anak yang putus sekolah.” Semoga pelatihan Ini bisa memberikan edukasi kepada masyarakat yang nantinya bisa dimanfaatkan serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.” Harap Syafaruddin.

Sementara itu Camat Kediri Hermansyah dalam sambutannya saat membuka kegiatan peltihan tersebut mengatakan prihatin terhadap masyarakat yang masih belum percaya terhadap wabah covid-19 karena masih banyaknya masyarakat kurang sadar dan abai terhadap himbauan pemerintah untuk menerapkan protokol Kesehatan dengan pola 3 M.

Menurut Hermansyah data terbaru pertanggal 22 Februari 2021 di Kecamatan Kediri yang terkonfirmasi covid-19 sebanyak 82 orang, Isolasi 13 orang, sembuh 61 orang dan meninggal dunia tercatat 4 orang.

Dia berharap dengan sosialisasi dan pelatihan semacam ini bisa memberikan pemahaman, kesadaran kepada masyarakat untuk selalu disiplin dalam penerapan protokol kesehatan guna memutus rantai penularan covid-19.

“Semoga dengan pelatihan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Penerapan Hidup Bersih dan Sehat serta disiplin dalam penerapan protokol Kesehatan” ungkapnya.

dr. Fatoni Kepala Bidang Pencegahan penyakit menular Dinas Kesehatan kabupaten Lombok Barat selaku narasumber mengatakan  sangat menyayangkan masyarakat yang masih belum percaya terhadap wabah covid-19 padahal wabah ini sudah 1 tahun melanda Dunia tidak terkecuali Indonesia  dan Lombok Barat.

“Dari data yang ada sudah jutaan korban meninggal di seluruh dunia” ungkap dr. Fatoni.

Menurut dr. Fatoni yang paling rentan terserang oleh virus ini para Lansia  dan Kormobid atau orang yang memiliki penyakit bawaan, namun bukan berarti yang lain tidak akan terserang tergantung kondisi tubuh dan pola hidup.

Untuk itulah maka pemerintah tidak bosan-bosan mengingatkan dengan berbagai macam cara untuk mencegah penyebaran covid-19.

Dampak nyata yang dirasakan masyarakat akibat penyebaran covid-19 ini  berimbas pada lemahnya perekonomian karena aktivitas ekonomi terbatas dan sektor Pendidikan yang sampai saat ini belum bisa berjalan normal.

” Salah satu cara yang paling ampuh mencegah penyebaran covid-19 ini adalah taat terhadap protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan Sehat.” Pungkasnya. (Diskominfotik/KIM Kota Santri/windi/fiyan/YL)

print