Remaja Masjid Bilekedit Peduli Korban Gempa Lombok

Gerung KIM – Gempa dengan kekuatan Magnitudo 6,4, 7,0, dan 6,2 yang meluluh lantahkan Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Lombok Timur (Lotim) menimbun 347 manusia dan menyebabkan kematian (data sementara).

Dikabarkan pada media Harian Kompas, Selas 7 Agustus 2018, Kemarin, gempa yang berpusat di KLU berdampak parah bagi penduduk setempat.

Terus Berguncang

Gempa pertama yang terjadi pada tanggal 29 Juli 2018 pukul 06:48 Wita dengan kekuatan Magnitudo 6.4 menelan 18 korban meninggal dunia dan ratusan luka berat dan ringan.

Tak hanya itu, kawasan Lotim dibagian utara, Obel-obel, Sajang, Sambik Elen, dan Sembalun menjadi kacau akibat gempa tersebut. Aktivitas Pendakian Gunung Rinjani akhirnya ditutup akibat gempat tektonik yang berpusat di KLU.

Para relawanpun berdatangan, baik dari komunitas sosial, kantoran, serta komunitas yang ada di daerah Lombok.

Sampai pada keadaan tenang, Sabtu (4/8) para relawan bergegas untuk kembali ke rumah masing-masing. Gempa pun datang dengan skala kekuatan lebih besar esok malamnya. Furqan salah satu relawan yang membantu para korban gempa di KLU bergegas pulang minggu malam.

Tiba-tiba ia dikagetkan dengan kekuatan gempa yang lebih besar. “Saya baru saja mau pulang dari pengungsian malam itu, eh saya jadi korban juga malam itu,” katanya.

Rumah penginapan yang Furqan disinggahi untuk membantu korban gempa di Kec. Tanjung Lombok Utara ambruk rata dengan tanah seketika Minggu malam (5/8) 2018. Ia dan rekan-rekannya yang dari KSR (korp suka rela) Universitas Mataram (Unram) sangat trauma dengan kekuatan gempa tersebut.

“Malam itu, saya gatau mau kemana mas, asal bisa balik ke Mataram,” kata Furqan saat ditemui di Lantai dua Unit Kegiatan Mahasiswa Unram, Rabu (8/8/2018).

Terdampar

Kondisi KLU dan Lotim bagian utara seperti pulau terdampar, hampir 90% rumah warga rata dengan tanah. Terlebih KLU yang ada di Kecamatam Pemenang, Tanjung, Gondang, Santong, dan Bayan.

Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7.0 dengan skala intensitas VII MMI (modified mercelly intensity) dengan lama hampir satu menit meluluhkan rumah–rumah warga.

Hingga hari ini, (10/8) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram mencatat, ada lebih dari 347, orang meninggal dunia.

Bantuan Terus Mengalir

Tak menurunkan niat untuk membantu, hampir semua warga Lombok Barat (Lobar) merasakan guncangan gempa. Namun hal tersebut tak jadi halangan untuk terus berbagi.

Salah satu yang dilakukan oleh Remaja Masjid Attaqwa Bilekedit Desa Babussalam Kec. Gerung berkeliling di rumah warga untuk mengumpulkan pakaian layak pakai, sembakau, dan uang untuk membantu korban gempa KLU.

“Kita akan lakukan penggalangan ini sampai hari Minggu?12/8),” kata Muliadi kadus Bilekedit Utara. Muliadi juga berharap tidak ada lagi gempa susulan dengan kekuatan besar.

Zaini selaku Ketua Remaja Majid Attaqwa Bilekedit juga menyampaikan. “Ini adalah bentuk kemanusiaan kita,” katanya. Dia juga berharap agar semua korban gempa KLU agar tetap tegar dan tabah menghadapi bencana. (Ahmad Viqi WR, KIM LINTAS DESA GERUNG)

print