Sahadil Pembudidaya Madu Trigona

Lingsar KIM- Madu Trigona agak kecut bila dicicip rasanya yang begitu beda dari manisnya madu seperti biasanya menjadi ciri khas dari madu ini namun hasiatnya tentu tidak kalah baiknya dari madu lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Sahadil warga Murpeji yang melakukan budidaya madu trigona di kampungnya yang sekaligus sebagai Kepala Dusun Murpeji Desa Dasan Geria

“Memang rasanya beda sedikit kecut tidak manis tapi madu trigona ini sangat bagus untuk menambah stamina kita”. Ungkap sahadil saat kami berkunjung kerumahnya (25/4)

Lebih jauh Sahdil bercerita bahwa mengais rizqi dari madu ini udah digelutinya dari tahun 2007 tapi waktu itu masih mencari dihutan dan dipelihara/budidayakan induknya dengan bambu dan bisa diambil madunya setelah tiga bulan kemudian.

Namun dengan berkembangnya informasi akhirnya Sahadil belajar ke lombok utara untuk budidaya dengan kotak tidak lagi dengan bambu yang sekarang disebut dengan madu trigona.

Apresiasi positif dan dukungan penuh dari Kepala Desa Dasan Geria Nawa Komtaresa pada warganya yang sudah bisa mandiri dalam hal budidaya madu trigona ini.

“Kami dari pemerintah desa memberikan dukungan penuh pada warga kami yang mempunyai usaha mandiri dan akan mengupayakan supaya kedepannya ada pelatihan pelatihan khusus untuk mengembangkan usaha mereka”. tandasnya. Kim Lingsar Beraksi/kardin

print