SAMBUT KEPULANGAN SANTRI PANITIA PULANG JAMAAH (PUJA) SANTRI 2021 IKSASS RAYON LOMBOK BARAT BERKOORDINASI DENGAN SATGAS COVID-19 LOMBOK BARAT

Gerung Diskominfo KIM Gerbang Gerung- Masa libur panjang Ramadhan 2021 menjadi atensi tersendiri bagi Pengurus Rayon Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam mendukung Program Kampung Sehat 2 Nurut Tatanan Baru.

Menurut Ketua Rayon IKSASS Lombok Barat Moh. Jazuli Notarius, S.H., M.Kn.,  mengatakan kepulangan santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (Ponpes Sal-Syaf) Sukorejo Situbondo tahun ini Tidak seperti dalam kondisi normal (sebelum Covid-19),  Panitia Pulang Jamaah (PUJA) Santri 2021 mengharuskan ketaatan terhadap protokol kesehatan (prokes) 2021 harus sesuai dengan ketentuan prokes penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Hal ini disampaikan Ketua Rayon IKSASS Lombok Barat Moh. Jazuli Notarius, S.H., M.Kn., saat di tanya awak nedia di kantor IKSASS Desa Dasan Geres  Kecamatan Gerung Jumat 26/03/21.

“Adik-adik santri Sal-Syaf yang pulang ke rumah masing-masing, harus disiplin dalam mematuhi prokes Covid-19. Ini sebagai wujud kesadaran dan bentuk dukungan IKSASS khususnya Rayon IKSASS Lombok Barat, dalam mendukung Kampung Sehat jilid 2 yang diinisiasi Bapak Kapolda NTB,” ungkapnya.

Disamping itu maklumat Pengasuh P2S2 Sukorejo Almukarram KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy mengharuskan setiap santri harus disiplin menerapkan Protokol Kesehatan

“Selain itu, ini kami lakukan karena kami para alumni sami’na wa atha’na dengan maklumat Pengasuh P2S2 Sukorejo Almukarram KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy,” tandas M. Jazuli.

Dikatakan pula, dalam mempersiapkan PUJA Santri 2021 pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Lombok Barat (Pemda Lobar), melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lombok Barat selaku Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.

“Jadi, kami intens berkoordinasi dengan pihak BPBD selaku Satgas Covid-19, termasuk dengan pihak otoritas Pelabuhan Lembar sebagai pintu masuk ke Pulau Lombok. Sedangkan untuk urusan di luar daerah mulai Pelabuhan Padangbai Bali hingga Jawa Timur, kami sudah mengirim pengurus yang lain di bawah koordinasi Pak Senator TGH. Ibnu Kholil,  anggota DPDRI dapil NTB. ” jelasnya.

Ketua Rayon IKSASS Lombok Barat M Jazuli juga menambahkan, PUJA Santri 2021 dibagi dalam dua rombongan yakni pada Sabtu, 3 April mendatang akan berangkat rombongan pertama (Santri Putra), dari Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur sekitar pukul 13.00 WIB.

Sedangkan untuk rombongan kedua yang akan berangkat hari Senin 5 April merupakan rombongan santri putri sejumlah 256 orang. 26 santri putri asal Lombok Barat, Mataram 39 orang, Lombok Tengah 144 orang, Lombok Timur 34 orang, dan dari Pulau Sumbawa sebanyak 12 santri putri.

“Jumlah keseluruhan 559 santri. Rombongan pertama berjumlah 303 santri putra dengan rincian santri asal Lobar 43 orang, Mataram 37 orang, Lombok Tengah 173 orang, Lombok Timur 45 orang, dan santri dari Pulau Sumbawa 5 orang,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD sekaligus Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Barat Mahnan, M.H. menjelaskan, kedatangan rombongan PUJA Santri 2021 dari P2S2 Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur di Pulau Seribu Masjid, Lombok, akan mendapat pengawalan Satgas dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP Lombok Barat.

“Nanti juga kita akan berkoordinasi dengan pihak aparat kepolisian, khususnya Sat Lantas Polres Lombok Barat. Dimana titik penjemputan santri oleh wali santri di Bencingah Kantor Bupati, Giri Menang, Gerung, Lobar dengan menerapkan prokes 5M seperti memakai masker, menjaga jarak aman, menghindari atau tidak berkerumun, dan lain-lain,” ujarnya.

Mahman menambahkan santri yang PUJA khususnya dan masyarkat Lobar pada umumnya, untuk wajib patuh pada prokes Covid-19 demi keselamatan kita bersama.

Selain itu, kata Mahnan, Satgas Covid-19 Lombok Barat bersama Panitia PUJA Santri 2021 akan melakukan sanitasi terhadap barang bawaan rombongan PUJA Santri 2021.

“Itu dimaksudkan untuk memastikan tidak ada kluster baru Covid-19 dalam PUJA Santri 2021. Insya Allah, itu tidak akan terjadi mengingat informasi yang kami terima, di Pondok Sukorejo sangat ketat dalam menerapkan prokes,” tutur Mahnan. (Diskominfotik/KIM Gerbang Gerung/Ivan)

print