Sekda Lobar: OPD Wajib Publikasikan Data Sektoral di Web Data Lobar

Giri Menang, Diskominfotik-Data dalam perencanaan pembangunan memiliki arti strategis dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang terbuka, transparan dan acuntable. Istilah “membangun data suatu yang mahal, akan tetapi akan jauh lebih mahal jika membangun tanpa data”.

“Maknanya kita jangan pernah bermain-main dan mengecilkan arti sebuah data. Hanya data yang berkualitas bias memberikan dukungan positif terhadap peningkatan peningkatan kepercayaan diri, mengurang resiko dan pengembangan strategi dalam mengambil keputusan, memperbaiki kualitas pelayanan public dan meningkatkan kinerja perencanaan pembangunan secara tepat sasaran dan tepat memberi manfaat,” kata Sekda Lombok Barat dalam sambutan tertulisnya dibacakan Asisten II Setdakab Lombok Barat Ir Hj Lale Prayatni di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Gerung, Senin (18/11).

Pada pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Forum Data Solusi Membangun Kualitas Data Statistik Sektoral Menuju Satu Data Lombok Barat, Sekda Lobar menilai, FGD ini sebagai moment penting dalam membangun kualitas data sektoral yang dihasilkan oleh produsen data (perangkat daerah) yang dijamin keabsahannya dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya (data yang akuntabel).

Ia menambahkan, di era otonomi daerah dan era digital ini pemanfaatan data sektoral yang akurat dan kredibel tidak hanya terbatas pada penggunaan internal antar instansi pemerintah, melainkan secara ekrternal sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan data bagi masyarakat.

“Alasannya sederhana, dari data tersebut mampu diperoleh informasi yang jelas terkait penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, kebijakan dan pelayanan public, penegakan hokum, pengawasan kinerja pemerintah, potensi wilayah serta peluang investasi dan usaha,” ujarnya.

Sekda berpendapat saatnya pemerintah menyajikan dan memberikan kemudahan bagi user khususnya pengguna data, baik dalam mengakses data yang dibutuhkan ataupun kemudahan dalam memahami data yang disajikan. Sehingga masyarakat Luas merasakan dampak positif dari apa yang telah dikerjakan pemerintah.

Sekda Lobar melanjutkan,hubungan kemitraan yang harmonis antara BPS selaku Pembina data, perangkat daerah Lobar dan para pemangku kepentingan lainnya hendaknya tidak hanya twerbatas pada koordinasi pembahahasan data, namun juga berbagi pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang berkaitan dengan tata kelola data dan pemahaman manfaat data dari aspek teknis dan non teknis, sehingga membangun citra positif bagi kedua pihak. Dengan kata lain kerjasama antar perangkat daerah diharapkan mampu membangun intelektual sekills person yang ada di dalamnya.

“FGD merupakan langkah awal, untuk membangun kualitas data sektoral yang nantinya tidak hanya menjadi dasar rekomendasi perencanaan, khususnya mendukung tercapainya visi dan misi pembangunan Lobar ke depan, namun juga sekaligus mampu mengidentifikasi secara komprehensif permasalahan yang dihadapi serta solusi pemecahannya,” ujarnya.

Dengan FGD ini Sekda meminta kepada seluruh peserta untuk terus membangun kualitas data sektoral di masing-masing perangkat daerah, sehingga data yang tersaji adalah data sektoral yang akurat, terbuka dan interoperable atau mudah dibagi pakaikan antar pengguna data.

“Selain itu dalam rangka peningkatan layanan informasi public, perangkat daerah wajib mempublikasikan data sektoral secara elektronik melalui portal Web Lombok Barat Satu Data (data.lombokbaratkab.go.id). Sehingga data tersebut dapat akses dan dimanfaatkan oleh public dan aplikasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah yang dikoordinasikan oleh Bappeda Kabupaten Lombok Barat,” pungkasnya.

Ketua panitia penyelenggara H Iswarta Mahmuludin S.Pd, M.Pdmelaporkan, penyebarluasan atau desiminasi data yang merupakan kegiatan pemberian akses, pendistribusian dan pertukaran data, menurut Perpres ini dilakukan oleh Walidata melalui Portal Satu Data Indonesia dan media lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini dibutuhkan dalam rangka penyusunan dan pengumpulan data dan statistik daerah melalui forum data.

“Tata kelola pemerintahan yang baikyang bersumber dari data menjadi sebuah keharusan sehingga kami memandang perlu untuk melakukan kegiatan berupa forum data sebagai salah satu alternative untuk mendapatkan data guna mendukung terlaksananya tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel,” ujar Iswarta.

Menurut Iswarta, tujuan penyerta atau dampak pengiring dari kegiatan ini yakni memberikan gambaranspesifik secara kuantitatif terkait data sektoral. Terdokumentasinya data dalam satu portal data yang selanjutnya dapat dimanfaatkan guna pengambilan kebijakan bagi pimpinan pemerintah daerah, menjaga eksistensi data sektoral masing-masing OPD, singkronisasi dan validasi data yang terkumpul dari sumber data serta terbentuknya forum data kabupaten Lombok Barat.

“Peserta kegiatan ini sebanyak 32 orang dari 32 OPD se Lombok Barat dan 10 desa di lingkup pemerintah kabupaten Lombok Barat,” demikian Iswarta. (her)

print