Sisi Miris Peringatan Hari Pendidikan Nasional

Narmada KIM – Hari ini tepat tanggal 2 Mei 2017, dirayakan secara nasional sebagai Hari Pendidikan Nasional. Hari ini juga adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh sejumlah siswa sekolah menengah atas, baik SMA/SMK maupun MA yang menunggu pengumuman kelulusannya.

Saat yang lainnya khidmat mengikuti apel Hardiknas, mereka berkerumun di sekolah masing-masing menunggu hasil Ujian Nasional diumumkan. Saat mendapat kepastian kelulusan, para siswa-siswi itu meluapkan kegembiraan atas kelulusannya dengan aksi corat coret dan konvoi di jalan. Aksi tersebut selalu mewarnai kelulusan bagi para siswa-siswi dari tahun ke tahun.

Sementara itu Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Narmada Darmawan S.Pd saat diwawancara menyampaikan peserta siswa-siswi yang mengikuti ujian sebanyak 448 orang siswa siswi dengan kelulusan 100 %.

Terkait dengan coret-coretan siswa-siswinya, menurut Darmawan telah diingatkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi NTB kepada semua kepala sekolah melalui surat edaran untuk tidak membiarkan para siswa-siswi melakukan coret-coretan seragam sekolahnya, tidak melakukan konvoi di jalanan dan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

Dari pihak sekolah, tegas Darmawan telah berusaha untuk sebaiknya seragam sekolahnya agar disumbangkan kepada adik kelasnya. Namun himbauan tersebut rupanya tidak diindahkan.

Para siswa yang gembira lulus, tetap melakukan aksi kurang terpuji tersebut. Aksi miris tersebut seakan menjadi sisi lain perayaan Hardiknas tahun ini. Semua jalur jalan dipenuhi dengan aksi konvoi bergerombol anak-anak remaja dengan seragam penuh coretan, bahkan rambut pun tidak luput dari cat semprot warna warni itu.

Untuk wilayah Narmada, jalur yang menjadi pusat konvoi siswa-siswi ada di jalan raya menuju Narmada-Suranadi-Sesaot. Jelas saja kelakuan tidakbterpuji siswa siswi tersebut sangat mengganggu pengguna jalan dan tidak jarang membuat kemacetan. Dedy/KIM Berdaya Saing

print