Sosialisasi 4 Pilar Bersama Ketua MPR RI

Kediri – KIM. Bertempat di yayasan pondok pesantren Al Islahuddiny kediri kec. Kediri kab. Lobar ketua MPR RI beserta rombongan staf MPR RI dalam acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan untuk para tokoh Agama dengan tema Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi negara UUD tahun 1945 sebagai konstitusi Negara dan ketetapan MPR Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk Negara Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara.

Acara dimaksud terjalin atas kerjasama MPR RI dengan Rumah Tahfiz Insan Kamil Kediri dan didukung oleh ponpes Al Islahuddiny Kediri dan Forum Pemuda Lintas Agama ( formula – NTB ) acara sosialisai 4 pilar kebangsaan dihadiri oleh ketua MPR RI Dr. H. ZULKIFLI HASAN SE MM, anggota DPR RI dapil prov. NTB SYAFRUDDIN ST, pimpinan ponpes Al Islahuddiny an. DRS.TGH. MUCHLIS IBRAHIM. MSI, Kapolda NTB kapolres Lobar AKBP I WAYAN JIARTANA SIK MH, Dandim 1606 Kab. Lobar letkol inf. Ardiansyah, ketua DPW PAN MUAZIM AKBAR, perwakilan anggota DPRD tk I prov NTB dan DPRD tk II , Kepala Kesbangpoldagri prov. NTB para tamu undangan yang terdiri dari 400 Tuan Guru sepulau lombok, tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Forkopinda provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Barat.

Acara dibuka oleh petugas Mc  kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan indonesia raya serta laporan ketua panitia penyelenggara an. Ust. Muharar Iqbal dengan penyampaian acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan dengan sasaran para Tuan Guru maupun pimpinan ponpes dan Ormas yang ada di wilayah pulau Lombok acara 4 pilar Kebangsaan di inisiasi agar para tokoh Agama berkebangsaan dan Berbhineka yang dicita citakan oleh leluhur / pendiri bangsa.
Sambutan pimpinan ponpes Al Islahuddiny  menyampaikan “rasa  terimakasih atas perkenannya penunjukan Ponpes Al Islahuddiny sebagai tempat penyelenggaraan sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang dirangkai dengan silaturrahmi ketua MPR RI dengan para kiai dan tokoh Masyarakat pulau Lombok mengingat persatuan Ideologi merupakan roh dari persatuan dan kesatuan dalam pola hidup sebagai bangsa dan Negara yang memiliki peranan penting dalam membangun kesadaran untuk cinta tanah , Dalam sambutannya  juga para pimpinan ponpes serta tokoh Agama dan para tokoh Pemuda memahami kedudukan ponpes dengan masyarakat pada zaman penjajahan sebagai pejuang Negara untuk itu perlunya menjaga falsafah Negara yang dikutip dalam pradigma simbiotis mutualisme antara agama dan negara apabila falsafah tersebut terbangun maka akan melahirkan pemerintahan yang good goverment dan bersama sama memiliki kewajiban untuk mempertahankan 4 pilar kebangsaan karena NKRI harga mati.

Sejalan dengan itu selaku pimpinan ponpes dan warga Negara dalam menjalin persaudaraan berbangsa dan Bernegara posisi Ponpes sebagai penjaga umat dalam membangun kualitas kehidupan rakyat”.ungkapnya Dipenghujung sambutan Tgh.Muchlis Ibrahim dan atas nama tokoh masyarakat dan tuan guru menyampaikan kepada ketua MPR RI beserta jajaran kepolisian ucapan terimakasih

Sambutan ketua MPR RI ” Tentang suatu keharusan dan kebanggaan tersendiri bisa silaturrahmi dengan para tokoh agama yang ada di pulau lombok dalam acara sosialisai 4 pilar kebangsaan , Negara kita memiliki sejarah yang sangat panjang negara kita tidak akan mungkin merdeka tanpa adanya peran dari ponpes, kiai, dan tokoh Agama seperti yang dimisalkan para tokoh tokoh pejuang dalam hal ini ir. Soekarno, Cokro Aminoto, dan tokoh tokoh pejuang lainnya yang bersumber dari kalangan Cendikiawan Muslim dan lintas agama lainnya sampai kepada kita dapat bernafas dan menikmati hidup sampai hari ini. Peranan ulama sangat berpengaruh sehingga apabila ada pekikan yang terkemas dalam lafas/ucapan takbir ” allahu akbar ” itu sangatlah wajar dan pancasilais bukan radikal karena itu menunjukkan simbol perjuangan dari umat islam tempo dulu.

Pancasila adalah ideologi negara sumber dari sumber hukum yang ada di republik indonesia pancasila sebagai pandangan hidup dalam berprilaku baik penyelenggara Negara maupun rakyat
Negara kesatuan Republik Indonesia Pancasila sebagai pemersatu bangsa bukan untuk memecah belah kehidupan rakyat didalam tubuh pancasila terdapat agama dan kebangsaan yang merupakan satu kesatuan rakyat pancasila diwajibkan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan yang dianutnya. Orang yang berpancasila menghormati kemanusiaan, negara telah bersumpah melalui undang undang dasar untuk melindungi segenap bangsa indonesia yang diaplikasikan dalam kehidupan senasib sepenanggungan berlaku adil dan bersatu sesuai pancasila dan UUD 1945 . NKRI dan Pancasila adalah jalan tengah yang telah disepakati oleh para pendiri bangsa, negara adalah milik bersama namun setiap tindakan kita telah diatur dan jangan memaksakan kehendak dengan melanggar konstitusi yang sudah ditetapkan dan disepakati, berbeda beda namun tetap satu tujuan maksudnya agar rakyat jadikan perbedaan sebagai keberagaman dan kebersamaan maka tidak salah para pendiri bangsa menjadikan demokrasi pancasila sebagai landasan hukum ketatanegaraan kita dengan memposisikan kekuatan dan kedaulatan bangsa ada di tangan rakyat.

Saat ini kita tidak menyadari dengan mengaburkan nilai nilai pancasila kehidupan kita dalam berbangsa tidak akan barakah jangan pernah merasa berhutang budi terhadap oknum yang akan meracuni pemikiran rakyat pancasila dengan mengiming imingi rakyat dengan jabatan maupun materi kepada para tokoh agama dan pendiri ponpes untuk ikut berpartisipasi dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat agar rakyat bisa maju, makmur dan sejahtera. KIM Subulussalam/Sri.

print