Sosialisasi Rastra Desa Lembahsari

Batulayar-KIM. Sosialisasi Beras Sejahtera (Rastra) di Desa Lembahsari Kecamatan Batulayar, Rabu (7/2) menuai banyak protes dari warga. Hadir pada acara sosialisasi tersebut Kepala Dusun, BPD, Tokoh Masyarakat dan Perwakilan dari Pihak Kecamatan Batulayar.

Kepala Desa Lembahsari, H. Suratman mengatakan, Rastra yang akan diterima oleh warga ini akan menimbulkan kecemburuan sosial dan rawan konflik. Selain itu jatah beras yang berkurang, menjadi bagian kekhawatiran lain Kepala Desa. “Bisa dibayangkan, kalau system yang lalu, tidak ada masyarakat yang complain, resah, karena jatah beras dibagi rata, sama-sama mendapatkan lima kilo untuk masing-masing kepala keluarga. Namun dengan system yang sekarang, karena mereka sudah terbiasa mendapatkan beras itu, kemudian tidak didapatkan, ini akan menjadi masalah bagi kami selaku Pemerintah Desa,” kata Suratman mengawali arahannya.

Madi Kasi Kessos Kecamatan Batulayar memamparkan bagaimana system pembagian Rastra yang sekarang berbeda dengan tahun sebelumnya. Rastra saat itu tidak boleh dibagi rata. Yang boleh menerima adalah yang tertera namanya pada data. Jatah masing-masing adalah 10 kilo dan itu diterima setiap bulan, tanpa bayaran sepeser pun.

Seketika aksi protes terkait Rastra ini bermunculan dari peserta yang hadir. Hampir semua Kepala Dusun tidak berani bertanggung jawab dengan system tersebut. “Terus terang, kita khawatir dengan system ini. Masyarakat akan berebut,” ujar H. Rusni.

Kecuali itu persoalan data juga diangkat warga yang  digunakan untuk menyalurkan beras sejahtera yang diterima oleh warga. “Data ini kan sudah lama, bahkan ada yang masuk di data ini bukan warga Desa Lembahsari,” jelas H. Humaidi, Kepala Dusun Sidemen Lauq seraya menambahkan, yang paling parah yakni ada warga yang mendapatkan jatah ternyata yang bersangkutan orang mampu.

Mengatasi polemik ini, Kepala Desa Lembahsari menyerahkan sepenuhnya kepada para Kepala Dusun. Mengingat Kepala Dusun lebih tahu yang pantas dan tidak pantas menerima. “Guna menindaklanjuti pertemuan itu diharapkan masing-masing Kepala Dusun untuk mengadakan rapat terpisah untuk memilih dan memilah warga yang akan berhak mendapatkan jatah beras,” kata Humaidi. (Muhammad/KIM Layar Stone)

print