STID Islahudiny Kediri Wisuda 55 Sarjana Penyiaran Islam

Kediri, KIM. Rapat Senat Terbuka dengan agenda utama Wisuda Sarjana (Starata 1) Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Al Islahudiny Kediri, Lombok Barat berlangsung sabtu (12/1) di Ponpes Al Islahudiny Kediri. Wisuda kali ini merupakan wisuda ke VII S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam tahun Akademik 2018/2019. Sebanyak 55 widudawan/wisudawati dikukuhkan sebagai Sarjana Dakwah Ilmu Penyiaran Islam.

Dalam orasi ilmiahnya, Dr. H.Habiburrahman menyatakan, dalam penyampaian dakwah bisa dilaksanakan di tingkat regional, nasional maupun tingkat internasional. Dibalik kesuksesan mahasiswa ada peran penting atau dukungan dari para orang tua yang sangat luar biasa.

“Jangan berhenti disini, jangan merasa puas dulu. Ini merupakan pintu pertama. Masih banyak jenjang pendidikan yang lebih tinggi menanti anda tentunya semua itu atas dukungan dari orang tua dan kemauan dari para wisudawan. Semua didunia ini akan berubah oleh karena itu mari mempersiapkan diri menghadapi perubahan tersebut,” kata Habiburrahman.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi saat ini serba digital. Banyak pekerjaan manusia digantikan oleh komputer atau robot dan pada saatnya nanti tenaga manusia sudah tidak dibutuhkan lagi karena banyaknya bentuk produk tekhnologi yang dikeluarkan baik oleh pihak Google, Yahoo maupun yang lainnya.

“Internet sekarang ini merupakan kebutuhan di era repolusi seperti sekarang ini. Perubahan ini apabila direspon dengan negatif akan membawa kehancuran bagi dunia. Dampak positif maupun negatif perubahan ini khususnya bagi Islam tentunya tidak terlalu berpengaruh karena kita memiliki Al Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan kita. Bagaimana ummat Islam menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi. Harusnya merespon dengan positif perubahan ini, memanfaatkan perkembangan tekologi untuk meningkatkan keimanan kita,” tukasnya.

Ketua Senat STID Mustafa Ibrahim Al Islahuddiny Kediri Drs. Tgh. Mukhlis Ibrahim Msi menyatakan, barang siapa yang kehidupannya hari ini lebih baik dari hari kemarin hal tersebut menandakan orang yang beruntung. Ini merupakan tahap awal bagi wisudawan.

“Para wisudawan/wisudawati jangan merasa puas raihlah jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi dan ilmu yang kalian dapat inplementasikan dalam kehidupan kalian pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Muchlis Ibrahim yang juga Ketua Baznasda Lombok Barat ini. Pimpinan Kopertais wilayah IV Surabaya Dr. H. Nuril Huda. Mpd menyatakan, yang harus disiapkan oleh perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan dalam era globalisasi ini diantaranya, adalah ilmu spiritual sebagai pondasi, pemberdayaan masyarakat, dan sistim pengelolaan dalam perguruan tinggi tersebut.

“Bagi para wisudawan bersiaplah besaing dalam repolusi industri, harus ada modal sosial, kerjasama dan nilai spiritual islami,” paparnya.

Asisten 1 Sekda Kab. Lobar Drs. H. Ilham, wisuda hari ini bukanlah akhir dari jenjang pendidikan tapi merupakan awal perjuangan dalam menginplementasikan ilmu yang sudah kalian raih selama ini dalam kehidupan bermasyarakat, jadilah generasi religius dalam menghadapi globalisasi dan dalam mengikuti kompetisi dalam meraih ilmu pengetahuan dan skil dalam mengembangkan pengetahuan dalam memasuki era globalisasi industri sekarang ini, mudah-mudahan kedepannya ponpes al islahudinny membuka bidang-bidang pendidikan yang nantinya membuat kemajuan bagi Kab. Lobar khususnya, pulau lombok dan NTB pada umumnya,” tandasnya.(Sri/Kim Subulussalam).

print