SUKSESKAN KAMPUNG SEHAT JILID II DESA GONTORAN KECAMATAN LINGSAR APLIKASIKAN TRC PAMWIL

Lingsar Diskominfotik KIM Lingsar Beraksi- Desa Gontoran, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lobar,  mengaplikasikan program Tim Reaksi Cepat (TRC) Pengamanan Wilayah (Pamwil) Lingsar guna mensukseskan program Kampung Sehat Jilid II.

TRC Pamwil Lingsar merupakan inisiatif penanganan COVID-19 di tingkat dusun menjadi embrio Pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dipastikan berjalan dengan baik dalam penanganan COVID-19.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Gontoran, Salihin saat ditemui di Ruang Kerjanya, di Kantor Desa Gontoran, Kecamatan Lingsar, Selasa (30/3/2021)..

“Tidak ada kendala dalam pelaksanaan PPKM, karena embrionya TRC Pamwil Lingsar sudah kami lakukan sebelumnya,” ujarnya,

TRC Pamwil Lingsar di desanya tinggal melanjutkan secara teknis pelaknsanaan PPKM Mikro. Mulai dari edukasi, sosialisasi hingga pemanfaatan sarana prasarana yang sudah tersedia.

“Edukasi dan sosialisasi untuk penerapan protokol kesehatan jalan terus. Sarana dan prasarana juga sudah ada, seperti rumah singgah (tempat isolasi), dapur umum, dan posko khusus COVID-19,” lanjutnya.

Secara umum, penanganan COVID-19 di Desa Gontoran berjalan maksimal, bahkan di tiap rumah diwajibkan menyediakan tempat cuci tangan dan fokus dalam membangun ekonomi kreatif di masyarakat dengan memajukan bidang pertanian, perternakan, dan perikanan.

“Kami selalu bekerja sama dengan TNI, Polri, tokoh agama  dan tokoh masyarakat, ” ungkapnya.

“TRC Pamwil Lingsar berjalan sesuai kultur masyarakat. Saling bergotong-royong membantu. Jadi kalau ada PPKM tidak ada kendala, tinggal melanjutkan,” imbuhnya.

 Sementara itu, Bhabinkantibmas Desa Gontoran Bripka Arya menuturkan, pelaksanaan PPKM sebenarnya sesuai dengan program TRC Pamwil Lingsar yang diinisiasinya.

“Dengan PPKM Mikro, sebenarnya Lombok Barat sudah ada pengalaman, PPKM Mikro saat ini tidak jauh dari program Kampung Sehat Jilid I beberapa waktu lalu, ini tinggal kita kembangkan kembali program-program yang telah kita laksanakan selama ini,” kata Arya.

Seperti diketahui, PPKM Mikro yang diterapkan oleh pemerintah dilaksanakan dilevel terkecil dengan kritera daerah tersebut masuk kategori zona merah. Namun tidak menutup kemungkinan desa yang tidak zona merah tetap melakukan PPKM Mikro.

“Faktanya desa ini PPKMnya jalan padahal, orange aja nggak, kuningnya aja cuma sedikit lainnya hijau, tapi melaksanakan. Artinya kita waspada,” pungkasnya. (Diskominfotik/KIM Lingsar Beraksi/Juan/Fiyan/YL)

print