Tabrak Lari Di TGH Lopan Kembali Terjadi

Labuapi – KIM. Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) kembali terjadi di JL. TGH Lopan Desa Bagik Polak Barat, Kecamatan Labuapi pada jum’at malam (08/09) sekitar pukul 09.33 WITA. Tabrak lari tersebut menimbulkan patah tulang tangan dan kaki pada Ifa warga Banyumulek yang baru saja pulang bekerja dari sebuah pusat perbelanjaan di Kota Mataram dengan mengendarai sebuah sepeda motor Honda Vario.
Menurut keterangan teman korban, pelaku tersebut menggunakan motor thrill seorang diri dan diduga sengaja menyalip mereka dari posisi tengah.
“Saya sama teman saya pulang kerja. Dia disebelah kiri dan saya disebelah kanan. Nah tiba-tiba cowok yang pake motor thrill tadi nyalip tengah, posisinya kayak orang mau nyopet. Teman saya kemudian jatuh” terangnya kepada Tim KIM Labuapi.
Kejadian tersebut dibenarkan oleh saksi mata yakni Mashuri yang kebetulan setiap malam berjualan dilokasi kejadian. “Memang ada motor yang nyalip mereka lewat tengah, sempat berhenti untuk nengok pasca kejadian, kemudian dia ngebut ke arah selatan. Korbannya sempat terguling kurang lebih 7 meter jauhnya”.
Warga yang kebetulan sedang berada di lokasi kejadian seketika membantu korban, mengamankan sepeda motor yang rusak dan mengangkat korban ke atas berugak atau gazebo sembari menelpon keluarga korban.
“Mau kami bawa ke puskesmas, tapi dia menolak karena kakinya gak bisa digerakkan. Akhirnya kami inisiatif panggil tukang urut yang memang ada di desa kami tapi tukang urutnya gak mau kesini, dia maunya pasiennya yang mendatanginya. Sementara kita ga bisa bawa dia menggunakan motor” Jelas Tia.
Seorang bapak pengangkut telur yang berhenti untuk menemui temannya menawarkan diri untuk membawa pulang korban. Korban yang tidak kuasa menahan rasa sakit seketika pingsan ketika dimasukkan kedalam mobil yang didampingi oleh temannya.
Beberapa petugas kepolisian datang untuk memeriksa lokasi kejadian. Mereka menjelaskan bahwa seseorang laki-laki yang mengendarai sebuah mobil sedang diamankan karena pengendara sepeda motor lainnya yang dalam keadaan mabuk mengira bahwa mobil itulah yang menjadi penyebab kecalakaan tersebut.
Para saksi kemudian memberikan klarifikasi kepada para petugas kepolisian bahwa pengendara mobil avanza putih tersebut tidak terlibat atas kecelakaan yang menimpa Ifa dan posisi mobilnya berada dibelakang mereka. (Ilham/Ly)

print