Tagana, Jerat Kekhawatiran Keluarga dan Tugas Kemanusiaan

Lingsar-KIM. Hanyalah panggilan tugas kemanusiaan yang masih melekat kuat tanpa batas yang selalu menjadi slogan perjuangan anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lombok Barat untuk berbaik dirajut rasa tulus ikhlas yang membuatnya semangat dan betah dalam berbuat kemanusiaan. Meski keluarga yang ditinggal terasa berat mengingat gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang Lombok 7,0 SC Minggu (5/8) malam lalu tidak sedikit yang membuat rumah para anggota Tagana porak-poranda dihantam gempa dahsyat.

Koordinator Tagana Lombok Barat L. Agus Sirhan mencatat dua orang anggotanya terdampak kerusakan berat akibat gempabumi beberapa waktu lalu. Belum lagi disusul gempa berikutnya yang menambah kekhawatiran masyarakat, termasuk keluarga anggota Tagana. Dua orang anggota Tagana dimaksud Agus Sirhan yakni Hj. Hariati asal Desa kekeri, Kecamatan Gunungsari dan Rammli Ahmad asal Dusun Sangiang, Desa Langko, Kecamatan Lingsar. Kedua anggota Tagana ini rumahnya sudah rata dengan tanah dihempas kedahsyatan gempa beberapa waktu lalu.

Tarikan diantara tugas kemanusiaan dan tanggungjawab keluarga atas musibah yang menimpa ini, membuat para anggota keluarga Tagana harus menjalaninya dengan sabar dan kuat. “Karena panggilan tugas inilah mau tidak mau harus kita harus siap sewaktu-waktu untuk membantu saudara-saudara kitayang tertimpa musibah,” ungkap Hj. Hariati pada KIM.

Agus Sirhan menambahkan, awalnya ia menjelankan tugasnya sebagai Tagana sejak terjadinya gempa di Kecamatan Sambalia, Kabupaten Lombok Timur 27 Juli 2018 lalu. Bersama 50 anggota Tagana se Lombok Barat ia harus berangkat ke lokasi dalam situasi yang sudah larut malam. “Kita tidak punya alasan lain, kita harus berangkat demi membantu mengevakuasi warga yang terkena musibah,” ujar Agus.

Agus dan rekannya tak menyangka jika gempa berkekuatan besar 7,0 SC beberapa waktu lalu juga mengguncang Lombok Utara, Mataram, Lombok Barat hingga Lombok Tengah. Sejak terjadinya gempa berkekuatan 7,0 CS tersebut seluruh angota Tagana yang tengah bertugas di Lombok Timur sekketika itu langsung ditarik ke Posko Tagana di Dinas Sosial Lombok Barat.

“Dua hari setelah itu, setelah diterbitkannya SK Bupati tentang Tangap Darurat Bencana (TDB) Gempa, baru kita diterjunkan ke Poskomando TDP Lingsar di antor Camat Lingsar.  Selain anggota ditugaskan di bagian dapur umum juga anggota lainnya disebarkan ke seluruh titik terdampak bencana gempa di seluruh Kecamatan seluruh Lobar untuk membantu mengevakuasi warga yang terkena dampak bencana. Kita masing-masing bertgas di wilayah asal masing-masing,” tandas Agus.

Di dapur umum tempat penyediaan logistik yang berkaitan dengan urusan makan-minum para pengungsi para anggota Tagana bekerja mulai dari pagi hingga terkadang larut malam. Dalam sehari di dapur umum dibungkus sebanyak 1500 nasi yang didistribusikan untuk para pengungsi di seluruh wilayah kabupaten Lombok Barat, termasuk untuk para relawan.

Agus berharap sama dengan masyarakat lainnya, agar musiba gempa ini cepat berakhir agar tidak terllau lama menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. “Meski ada perpanjangan waktu tangga darurat hingga 25 Agustus 2018 mendatang. Pokoknya kita siap dan ikhlas bekerja demi kemanusiaan. Walaupun waktu untuk menyambangi keluarga paling 30 menit hingga 1 jam saja,” tutup Agus.

Kepala Dinas Sosial Lombok Barat Hj. Made Ambarawati mengaku tetap mensport tugas-tugas kemanusiaan dari Tagana ini. Buktinya ia sellau hadir di tengah-tengah tugas para Tagana yang menyiapkan nasi bungkus selama masa tanggap darurat bencana Lobar saat ini.

Menurut Ambarwati, Tagana merupakan petugas kemanusiaan yang direkrut dari Kementerian Sosial RI. Dari sisi honorarium memang dakui Ambar tak sesuai dengan kalayakan upah. Honornya saja belum lama dinaikkan dari Rp. 250 ribu menjadi Rp. 300 ribu saat ini. “Jika kita lihat dari segi jumlah memang tak sebanding dengan tugas kemanusiaannya. Tapi itulah kalau ada bencana Tagana baru bertugas bagi kemanusiaan,” tutur mantan Dirut RSUD Tripat Lobar ini. (Her-KIM Lingsar Lestari)

print