Tak prosedur, Warga Al-Abror, Jakemtim Tolak Bangunan Irigasi

Lembar, Kominfo/KIM. Masyarakat dusun Al-Abror melakukan musyawarah selesai sholat jumat (28/7) lalu terkait program desa yang kebermanfaatnnya tidak menyentuh masyarakat. Musyawarah yang dihadiri oleh kepala dusun beserta tokoh masyarakat merupakan forum untuk menyampaikan penolakan terhadap program talud/irigasi sesuai dengan kesepakatan kolektif masyarakat dusun setempat kepada kepala dusun dengan harapan kepala dusun dapat menyetujui keinganan masyarakat. Musyawarah tersebut diinisiasi oleh Faozan M.Hum selaku remaja dan anggota BPD di dusun tersebut sesuai permintaan masyarakat.

Kadus Al-Abror Saipul mengaku tidak setuju dengan adanya perubahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan alasan tidak bisa dirubah karena sudah masuk APBDes dan kepala desa tidak memberika izin.

Ungkapan kadus tersebut membuat suasana rapat agak memanas sehingga memunculkan komentar masyarakat terkait ungkapan kadus tersebut.

“Kita sebagai masyarakat dusun Al-Abror tidak begitu membutuhkan program talud/irigasi karna mayoritas penduduk bukan berprofesi sebagai petani, sehingga program talud/irigasi kami anggap tidak begitu penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkap Ajib warga setempat.

Ajib bersama warga lainnya juga kecewa karena penyusunan APBDes ini tidak melalui forum musyawarah dusun sehingga menyebabkan miss koordinasi antara aparatur desa dan masyarakat.

“Kita juga sebagai masyarakat yang akan memanfaatkan apapun program desa sangat berterimakasih atas perhatian aparatur desa terhadap masyarakat al-abror. Tapi kami juga mempunyai hak untuk menolak kebijakan dan program-program yang tidak sesuai dengan kebutuhan yang membuat kebermanfaatannya menjadi tidak dirasakan dan sia-sia” tegas Ameng dan Suparman warga lainnya.

Dalam rapat tersebut telah dibahas terkait beberapa hal tentang Anggaran Pendapatan Belanja Desa Jembatan Kembar Timur, tahun anggaran 2019. Diantaraya recana pembangunan Talud/Irigasi yang berlokasi di Dusun Al-Abror.

“Anggaranyapun cukup besar, apalagi masyarakat Al-Abror mengakui rencana pembangunan Talud/Irigasi tersebut tidak mewakili aspirasi masyarakat Al-Abror. Karenanya masyarakat memutuskan rencana pembangunan Talud/Irigasi tersebut ditunda dan diganti oleh program yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. (KIM Lembar Bersaing).

print