Taman Baca Jasindo, Sulap Container Bekas Jadi Pustaka

Batulayar, Kominfo. Belajar dengan kosep yang berbeda, yakni menyulap container bekas menjadi pustaka membuat anak-anak menjadi nyaman untuk berlama-lama didalamnya untuk membaca buku. Di dalampun tersedia fasilitas AC, bantal dan buku  sejumlah 150 judul buku yang terdapat di masing masing container.

Seperti diketahui taman bacaan serupa selain ada di Taman Kota Sandik, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) juga juga dibangun desa Rumak, Kecamatan Kediri. Dibangunnya Taman Bacaan di sejumlah tempat tersebut sebagai wujud  bina lingkungan dari perusahaan.

“Untuk setiap lokasi disediakan dua buah kontaineryang terdiri dari satu container baca dan satu container perpustakaan. Anak-anak bisa meminjam buku dan membaca langsung di tempat. Usai membaca anak-anak dilatih untuk merapikan kembali buku yang telah selesai dibaca,” kata Kepala Biro PKBL Asuransi Jasindo Mataram Reni Rizal pada peresmian taman bacaan Asuransi Jasindo di Taman Kota Sandik, Selasa (23/7/2019).

Reni panggilan akrabnya menambahkan, kontainer baca sudah diserah terimakan kepada Bupati Lombok Barat. Taman bacaan dibuka setiap hari mulai pukul 08.00-17.00 WITA terbuka untuk umum, tapi di khususkan untuk anak-anak.

Sementara itu Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengatakan, 150 judul buku yang disiapkan di taman bacaan ini dinilainya masih kurang. Ia meminta agar dari pihak PT Asuransi Jasa Indonesia bisa menambahkannya lagi.

Tambahan buku dimaksud Bupati yakni buku-buku sejarah bangsa, buku buku cerita pahlawan, dan buku tokoh-tokoh yang menginsfirasi anak-anak.

Meski demikian Bupati mengucap terima kasihnya kepada Jasindo yang memilih Kabupaten Lombok Barat untuk memberikan taman bacaan khusus anak-anak.

“Kami berharap agar dikemudian hari nanti  dapat diperbanyak lagi lokasi penempatan taman bacaan,” pintanya.

Terkait pengelolaannya, Bupati menugaskan kepala desa untuk bertanggung jawab kemudian akan dijadwalkan kepada sekolah-sekolah terdekat  untuk digunakan secara bergiliran dikarenakan kapasitas atau daya tamping didalam container hanya 25 orang anak-anak.

“Pengawasan dilakukan oleh kepala desa dan Jasindo akan selalu memonitor secara berkala perkebangan taman bacaan, apakah penggunaannya sesuai dengan tujuan semula serta kebersihaannya.” imbuhnya.

Bupati menambahkan, tujuan pemberian bantuan taman bacaan kepada pemerintah daerah Lobar yakni untuk membangkitkan semangat anak-anak dalam belajar dan juga memberikan trauma healing pasca bencana gempa Lombok.

“Kecuali itu anak-anak kita tidak takut lagi  belajar diruang tertutup karena takut gempa. “Oleh karena itu container dipilih untuk dirubah menjadi taman bacaan dan perpustakaan seperti saat ini untuk meningkatkan juga minat baca khusunya anak anak. (Yani)

 

print