TDB Gempa Lobar Berharap Verifikasi Rumah Rusak Segera Dituntaskan

Lingsar-KIM. Masa Tanggap Darurat Bencana (TDB) Gempa Bumi Kabupate Lombok Barat (Lobar) akan berakhir 25 Agustus 2018. Sementara kondisi per tanggal 16 Agustus 2018 tercatat sebanyak  korban meninggal dunia terdampak gempa sebanyak  40 orang, luka berat 258 orang, luka ringan 701 orang yang mengungsi 221 ribu dan kerusakan rumah sampai saat ini hampir 54 ribu rumah.

“Harapan kami karena masa tanggap darurat ini berakhir sampai 25 Agustus , rumah rusak isebanyak 54 ribu ini bisa diverfikasi oleh tim yang sudah kita bentuk ditambah jumah anggota petugas verifikasi sebanyak 300 orang. Mudah-mudahan dengan tambahan vervikator ini bisa menuntaskan pendataan rumah rusak hingga 10 hari ke depan. Karena sampai saat ini yang baru kita SKK kan ini lebih dari 522 rumah atau 0,5 persen pencapaiannya. Jadi belum mencapai targetkarena jumlahnya begitu banyak,” kata Sekda Lobar HM. Taufic kepada Info Publik, Rabu (16/8/2018) di Pos Komando  Tanggap Darurat Bencana (TDB) Gempa Bumi, Kabupaten Lombok Barat, Lingsar.

Sekda menambahkan, kendala yang dihadapi  saat ini terkait dengan kebutuhan pengungsi yang harus cepat diterima di Posko Utama TDB Lingsar untuk secepatnya didistribusikan ke sasaran. Namun pihaknya tidak menghalangi banyaknya bantuan yang disalurkan di luar Posko Utaa dan Posko Kecamatan yang dilakukan oleh para donatur dan relawan.

Namun Sekda menginginkan agar setiap bantuan yang diberikan harus tercatat di Posko Utama dan Posko Kecamatan yang sudah ada sebagai bentuk pertanggungjawaban publik bagi tim yang bekerja sesuai aturan.

”Untuk tu  Pemkab Lobar telah merima pndampingan dari BPKP NTB terkait pertanggungjawaba bantuan bagi korban bencana gempa ang dihimpun dari masarakat baik berupa natura maupun uang. Kita didamping BPKP mulai dari 14 Agustus sampai dengan 29 Agustus 2018 agar acuntabilitasnya bisa sama-sama kita pertanggungjawabkan ke publik,” kata Taufiq.

Terkait kendala yang dihadapi saat ini, HM Taufiq engakui yang paling utama yakni langkah aksi verifikasi rumah rusak yang diharapkan bisa secepatnya selesai. Karena itu Tim membuat  membuat rencana aksi tanggap darurat untuk pasilitas umum yang mengalami kerusakan seperti pasar, pasilitas penddikan, rumah ibadah dan kesehatan. “Ssemuanya itu sudah kita buatkan, termasuk kita hitung kerugian bencana di Lobar bisa kita ketahui,” jelas Sekda.

Yang jelas kata Sekda menambahkan, pihaknya sudah membuat rencana aksi tim penangulangan bencana tidak hanya rumah tapi juga untuk yang lain. Namun yang diutamakan dulu yakni rumah rusak.

Pemkab Lobar juga sudah mempertimbangkan untuk membangun   rumah hunian sementara untuk masyarakat. “Masih kita rencanakan termasuk juga dua hari ke depan TNI akan turun ke Lobar membantu membersihkan puing-puing reruntuhan yang ada di tiap titik terdampak gempa. Dan soal pembuangannya masih kita koordinasikan dengan pihak kecamatan supaya  jangan sampai dibuang kita belum siapkan tempat,” ujarnya. (her-KIM Lingsar Lestari)

print