Tradisi Lalo Begibung di Kecamatan Kediri

Kuripan – KIM. Lalo begibung atau datang untuk makan bersama dalam suatu acara atau hajatan seperti begawe (acara) pernikahan, sunatan, sukuran maupun acara 9 hari kematian(nyiwak) sudah menjadi tradisi di masyarakat termasuk di Kecamatan Kediri, seperti pada acara Nyiwak Keluarga Samsul Hakim Dusun Karang Bucu beberapa hari lalu.

Begibung murupakan salah satu tradisi suku sasak yang masih sebagian warga melestarikannya. Namjun saat ini ada juga sebagian warga kadang merasa malu untuk lalo begibung.

Di Dusun Karang Bucu Desa Jagarag Induk Kecamatan Kuripan acara tersebut masih di lestarikan oleh warga setempat.

Warga (Banjar) beramai-ramai lalo begibung setelah sebelumnya pada sore harinya Banjar datang begawe dengan membawa beras atau gula ke rumah keluarga yang memiliki hajatan dan para tamu hanya di suguhkan dengan teh atau kopi serta berbagai jajanan.

Keesokan harinya sekitar pukul 09.30 barulah warga setempat di panggil menggunakan pengeras suara kadang dari masjid atau rumah yang memiliki hajatan untuk lalo begibung.

Anak-anak, tua muda, laki maupun permpuan datan begibung dengan tanpa beralaskan tikar.

Selain memupuk kebersamaan acara lalo begibung semakin mempererat tali silaturrahmi antar warga.   KIM Gunung Sasak/L.zaini ahmad

print