Tradisi Maleman Memperingati Nuzulul Qur’an

Lingsar-KIM. Tradisi maleman masih terlihat di beberapa kampung di pulau Lombok khususnya di Lombok Barat, seperti yang terlihat di Dusun Tragtag Desa Batu Kumbung Kecamatan Lingsar Lombok Barat, dan sebaian besar dusun di Lobar juga melakukan hal serupa.

Salah seorang warga setempat menuturkan, “tradisi maleman ini rutin di lakukan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan setiap tahunnya khususnya pada malam-malam ganjil seperti tanggal 21, 23 sampai malam tanggal 29 Ramadhan yang bertujuan untuk memperingati peristiwa turunnya Al-Qur’an” tuturnya.

Adapun tata cara pelaksanaannya adalah menjelang magrib warga Tragtag berkumpul di Masjid kemudian bersama-sama membaca Al-Qur’an (surah-surah pendek) yang kemudian di lanjutkan dengan zikir dan di tutup dengan do’a.

Tradisi maleman juga di manfaatkan oleh warga sebagai moment untuk berbuka puasa bersama di Masjid. Setelah matahari tenggelam sebagian warga membakar lampu jojor yakni sebuah lampu yang terbuat dari buah jarak yang di campur dengan kapas, pembakaran lampu jojor di lakukan sebagai simbul cahaya Al-Qur’an yang berupa hidayah dari Allah untuk mengeluarkan manusia dari gelapnya masa jahiliyan menuju terangnya Iman dan Islam kala itu.
KIM Lingsar Lestari/Saparuddin.

print