Tradisi Rebak Jangkeh Sesudah Begawe

Kim Narmada – Rebaq jangkeh merupakan tradisi yang tidak pernah luput dilaksanakan oleh masyarakat sasak pada umumnya, khususnya masyarakat Dusun Tempit Desa Mekar Sari Kecamatan Narmada, tradisi ini masih sangat mengakar dan subur ditengah-tengah masyarakat. Seperti rebaq jangkeh yang dilaksanakan oleh amaq sidiq warga Dusun Tempit pada senin 06/03/2017. Dimana acara begawe sudah dilaksanakan hari minggu atau sehari sebelum acara rebaq jangkeh, syukuran atas telah menikah Abdul Rahman anak laki-lakinya.

Rebaq jangkeh ini biasa dilaksanakan sehari setelah acara begawe berlangsung, dimana semua perabotan banjar yang sudah digunakan untuk begibung (makan bersama), tikar sebagai alas duduk untuk para tamu dicuci dan tetaring (terop tradisional yang dibuat dari terpal sebagai pelindung dari terik matahari) dibongkar, sebagai bentuk acara begawe sudah berakhir.

Serentetan kegiatan tersebut menjadi aktifitas warga secara bersama-sama. baik laki-laki maupun perempuan dalam memupuk solidaritas kebersamaannya untuk membantu salah satu warga yang merayakan acara begawe. Tradisi ini sangat kental dan turun temurun dilaksanakan di Dusun Tempit.

Rebaq artinya jatuh sedangkan jangkeh artinya kompor tradisional , biasa digunakan oleh masyarakat sasak untuk memanaskan nasi dan lauk dimana kayu bakar sebagai bahan pemanasnya. Jadi arti secara harfiah rebaq jangkeh adalah menjatuhkan kompor. Dalam pengertin ini tentu sangat janggal difahami oleh masyarakat diluar sasak sebab demikian itu merupakan sebuah istilah sasak.

Tradisi Rebaq jangkeh bukan memporak-porandakan jangkeh dengan meratakannya dengan tanah, namun hal ini merupakan bahasa majaz (kiasan) sebagai pertanda selesainya kegiatan memasak makanan pada acara begawe,“rebaq jangkeh sebagai pertanda  bahwa berakhirnya acara begawe”. Ungkap Agip penghulu Dusun tempit saat akan dimulai roah rebaq jangkeh.

Acara puncak dari rebaq jangkeh adalah roah (zikiran dan doa bersama) dimana  mengundang kiai kampung setempat dan penghulu dusun serta tokoh masyarakat dan tokoh agama dusun tetangga untuk memohon doa kepada sang pencipta, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur karena acara begawe sudah berjalan lancar dan sukses. Dan roah tersebut biasa disebut oleh masyarakat dusun Tempit dengan sebutan roah rebaq jangkeh. (Mustar-KIM Mekar Sari)

print