Tradisi Roah Lebaran Topat Masyarakat Peresak Barat

Lingsar-KIM.Lebaran topat (Lebaran Ketupat) merupakan tradisi setelah seminggu lamanya umat muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat Peresak Barat Desa Karang Bayan Kecamatan Lingsar merayakan Lebaran Topat sudah sejak ratusan tahun yang lalu dan diadakan secara turun temurun.

Perayaan lebaran topat bagi masyarakat   Peresak,  Karang Bayan adalah hari yang sangat ditunggu tunggu, dikarenakan pada hari tersebut sebagian besar masyarakat berbondong bondong mendatangi tempat tempat wisata untuk berlibur bersama keluarga, baik itu ke Pantai ataupun ketempat wisata lainnya. Namun sebelum pergi berlibur masyarakat Peresak melakanakan ritual Roah Lebaran Topat. Roah Lebaran Topat merupakan suatu ritual untuk mengekspresikan rasa syukur terhadap apa yang telah diberikan oleh Allah, selain itu juga untuk mendoakan semua keluarga yang telah meninggal dunia agar diberikan ketenangan dan ampunan dari Allah swt.

Sukisman Azmi selaku Ketua Rukun Tetengga (RT) menuturkan Kepada awak Kim Beraksi Lingsar pada saat roah lebaran topat bahwa tradisi roah lebaran dimasyarakat Peresak Barat merupakan suatu tradisi yang harus dilaksanakan sebelum pergi belibur, hal ini dilaksanakan supaya mendapat keselamatan dan keamanan selama pergi berlibur.

“Tradisi roah lebaran dimasyarakat kami sudah sejak lama sekali bahkan sebelum saya lahir, hal tersebut dilakukan karena masyarakat kami percaya bahwa kita akan mendapatkan keselamatan bila kita mengawali sesuatu perbuatan ataupun perjalanan itu dengan berdoa dan memanjatkan syukur kita kepada Allah,” tutur H. Sukisman. (KIM Beraksi Lingsar/Marzoecky)

print