Trauma Gempa, Marinir AL Surabaya Gelar Trauma Healing di Gunungsari

Gunungsari-KIM. Menghilangkan trauma berkepanjangan akibat dampak gempa 7,0 SR yang terjadi Minggu (5/8) malam lalu dilakukan oleh sejumlah pihak agar tauma gempa secara bertahap bisa dihilangkan secara bertahap. Untuk itu personil Marinir Angkatan Laut TNI-AL melakukan trauma healing Selasa (14/8) bagi anak-anak pengungsi korban gempa Lombok di tenda pengungsian Lapangan Umum Gunungsari.

Koordinator pasukan marinir TNI-AL Surabaya Serda APK Marinir Saiful Bahri ditemui KIM Selasa (14/8) di Gunungsari menjelaskan, berbagai kegiatan dilakukan untuk memberikan hiburan kepada anak-anak korban gempa agar trauma gempa bisa dilupakan dengan diisi berbagai kegiatan seperti bernyanyi, membaca, berlomba, bermain, mendongeng, mengaji, membaca dan berhitung layaknya pelajaran yang diterima di sekolahnya masing-masing.

Pada kegiatan trauma healing ini ada sekitar 30-an anak seusia SD yang yang mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai anak-anak korban gempa yang tinggal di sekitar Kantor camat Gunungsari.

Menurut Saiful Bahri, Kegiatan ini dilakukannnya bersama anggorta marinir lainnya setiap hari pasca terjadinya gempa di Lombok. “Kegiatan trauma healing ini dipilih karena kemungkinan peristiwa gempa yang terjadi dapat menimbulkan dampak bagi pertumbuhan pada anak. Utamanya hal yang terkait dengan psikologis dan sosio emosional anak,” terang Saiful.

Saiful menambahkan, dengan cara mendongeng misalnya, anak-anak bisa memahami terjadinya bencana secara ilmiah. Belajar menyelamatkan diri saat gempa, sehingga tak takut lagi bila terjadi gempa susulan. “Alhamdulillah anak-anak kita sangat menikmati permainan dan kegiatan ini, mudah-mudahan kita berharap trauma mereka hilang akibat gempa secara bertahap,” ujar Saiful. (her-KIM Gunungsari Berseri)

print