Tumpukkan Sampah Khawatirkan Keramba Ikan Hanyut

Labuapi – KIM. Timbunan sampah yang memenuhi sungai yang berada di Dusun Karang Kebot Barat desa Bagek Polak Barat Kecamatan Labuapi Lombok Barat sangat menghawatirkan para pemilik keramba ikan diwilayah ini. Pasalnya sampah-sampah ini turut memberikan kegagalan terhadap perkembangan dari ikan-ikan tersebut. Juga dapat menghanyutkan karemba yang berada disungai tersebut. Beberapa orang pemilik keramba secara bersama-sama membersihkan sampah-sampah yang memenuhi sungai temapat keramba tersebut. Hal itu dikatakan Zainudin ketika membersihkan sampah di Kali Bagik Polak beberapa hari lalu.

Apabila semua sampah-sampah ini dibiarkan menumpuk begitu saja saat musim hujan dan air kali meluap, arus air kali tersebut otomatis akan membawa tumpukkan sampah. Keramba yang telah berisi ikan juga akan menabrak keramba lainnya yang hanyut terbawa oleh tumpukkan sampah. Hal tersebut tentu menyebabkan kerugian bagi para peternak ikan yang menggunakan keramba di sepanjang anak kali.

“Kami khawatir dengan keramba kami jika tidak membersihkan semua sampah ini, takutnya nanti keramba kami hanyut terbawa arus bersamaan dengan sampah-sampah ini, bisa-bisa ikan kami habis nantinya” Jelas  Zainuddin ketika menyelami kali membersikan tumpukkan sampah.

Zainuddin menjelaskan beberapa waktu yang lalu anak kali tersebut memang telah dibersihkan menggunakan alat bantu Truck Kato oleh Pemerintah Desa, namun tak lama tumpukan sambah kembali menumpuk.  Harus di bersihkan agar tidak menghanyutkan keramba.

“Kalau kami mau, kami bisa membersikan sampah ini sekali seminggu. Untuk ukuran sampah seminggu saja seperti itu (menunjukk tumpukan sampah paling timur. Sebenarnya, ini kali pertama kami membersihkan sampah-sampah ini karena khawatir dengan keramba kami yang berada di sepanjang anak kali. Beberapa waktu yang lalu Bapak Amrain sudah membersihkan kali ini, tapi sampahnya banyak lagi”, terang Zainuddin.

Senada dengan Zainudin, Tuaq Mahfud juga menghawatirkan sampah yang terus menumpuk dan mengusulkan sekali seminggu dibersihkan.

“Jangankan menunggu sebulan, dalam waktu seminggu saja volume sampahnya saja bisa menumpuk seperti ini. Sampah-sampah ini kan datangnya dari timur”, tambah Tuaq Mahfud mengakhiri wawancara kami.

Diharapkan meningkatkan perhatian dan kesadaran untuk selalu menjaga kebersihan anak sungai dengan cara tidak membuang sampah sembarangan. Mengolah sampah dan menjadikannya sesuatu yang bermanfaat tentu lebih baik dibanding membuangnya hingga merugikan orang lain. KIM Al Bajuri/Ilham/Ly

print