Ulama Palestina  Ajak Masyarakat Lobar Peduli Nasib Palestina

Gerung-KIM. Ulama asal Al-Quds Palestina Syeikh Zuhdi Rifat Alhaj Sholeh Almansyi hadir sebagai penceramah di Masjid Patut Patuh Patju Pemda Lobar, Rabu (23/5/2018). Kehadiran ulama asal Negeri Timur Tengah ini atas fasilitasi dari Komite Nasional untuk Palestina (KNRP) NTB, untuk menyampaikan sekaligus mengajak masyarakat Lombok Barat ikut peduli terhadap kondisi yang dialami oleh masyakarat muslim di negeri Palestina dan Masjid Al-Jami’ Al-Aqsha. Selepas dari Lobar Syeikh Zuhdi akan melanjutkan kunjungan ke pulau Sumbawa.

Hadir saat itu, ketua Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP) NTB TGH.  Musleh Kholil dan pengurus lainnya. Rombongan Syeikh Zuhdi pun disambut Pjs. Bupati Lombok Barat HL Saswadi dan jajarannya. Sebelum menyampaikan tausiah tentang kondisi Palestina, Syeikh Zuhdi lebih dulu menjadi imam solat Zuhur. Usai solat Zuhur berjamaah.

TGH Musleh Kholil Ketua KNRP NTB menyatakan,  KNRP NTB  memfasilitasi kedatangan Syeikh Zuhdi ke Lobar dan ke daerah lain di NTB. “Beliau datang untuk menyampaikan tentang kondisi Palestina dan  Masjid Al-Aqsha,”kata Pimpinan salah satu ponpes di Lelede Kediri ini.

Syeikh Zuhdi dalam ceramahnya  menyampaikan kondisi Masjid Al-Aqsha dan masyarakat Palestina yang masih dibawah tekanan negara zionis. Melalui penerjemah bahasa Arab ke Indonesia, Ustad Ujang Supriadi LC, Syeikh Zuhdi mengawali ceramah dengan mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT dan ucapan sholawat salam kepada Nabi Muhammad SAW. “Insyallah hari ini saya sampaikan informasi tentang  Palestina. Siapa yang tahu Soal masjid Masjid Al-Aqsha,?,”kata Syeikh melontarkan pernyataan kepada para pejabat dan ASN yang hadir.

Jamaah yang hadir pun menjawab tahu tentang Masjid suci dan qiblat pertama bagi umat Islam tersebut. Syeikh Zuhdi menyampaikan beberapa keutamaan dan keberkahan bagi umat Islam yang solat di masjid Al-Aqsha.”Siapa yang ingin berkumpul dengan Nabi Muhammad di hari kemudian maka harus memperhatikan (perduli) masjidil Al-Aqsha,”jelasnya.

Dijelaskan,  Masjid Al-Aqsha adalah kiblat pertama bagi umat Muslim dan masjid kedua yang dibangun. Pada peristiwa isra’ mi’raj, Nabi Muhammad SAW diangkat ke Sidratul Muntaha dari Masjid Al-Aqsha setelah sebelumnya dibawa dari Masjid Al-haram di Mekkah.  “Ketika Allah pertama kali mensyaratkan solat, Allah memerintahkan Nabi Muhammad menghadap ke Masjid Al-Aqsha,”jelasnya.

Hal ini memberi isyarat, bahwa Masjid Al-Aqsha begitu suci bagi umat Islam. Bahkan dalam Al-quran ada sekitar 7 ayat yang menyampaikan tentang keberkahan negeri Syam dan Masjid Al-Aqsha serta Puluhan hadist Nabi Muhammad yang menjelaskan keberkahan Masjid tersebut.

Namun kondisi saat ini masjid Al-Aqsha memperihatinkan. Justru Umat Muslim

tidak dibolehkan untuk melaksanakan solat disana, bahkan umat muslim dilarang mengumandangkan adzan. Umat muslim juga diusir ketika mau masuk ke masjid tersebut.             Sementara, kaum zionis sendiri leluasa masuk ke masjid menggunakan Sepatu, bahkan berfoto hingga joget di dalam masjid yang disucikan oleh umat muslim tersebut. Lalu apa yang dilakukan penduduk Palestina,?.

Menurutnya, warga Palestina gigih mempertahankan masjid tersebut agar tidak jatuh ke tangan zionis. Untuk menjaga masjid tersebut, hanya diizinkan warga para ibu-ibu, sebab bagi laki-laki muslim tidak boleh berada dikawasan Masjid karena bisa melanggar hukum dan masuk penjara. Di Palestina lanjutnya, dalam satu keluarga pasti ada yang meninggal atau dipenjara setiap hari sehingga menyebabkan sebagian besar Masyarakat Palestina hijrah pindah ke negara lain.        Dikatakannya, khusus bagi umat Islam yang tidak bisa ke masjid Al-Aqsha bisa membantu dengan berbagai cara baik berdoa, bersedekah dan lain-lain. “Siapa yang lantang menyuarakan masjid Al-Aqsha maka ditinggikan derajatnya, seperti Solahudin Al-Ayyubi yang bukan orang Arab namun orang Irak pergi membela Masjid Al-Aqsha, sekarang menjadi tokoh yang dikenang sepanjang masa,”ujarnya.  (Budi/KIM Gerbang Gerung).

print