Usulan Desa Harus Perhatikan Keterwakilan Wilayah Antar Desa

Gerung KIM – Bupati Lobar H.Fauzan Khalid mengingatkan, agar dalam memperjuangkan usulan desa harus juga melihat keterkaitan wilayah antar desa. “Jangan sampai terlalu ngotot memperjuangkan usulannya, mengorbankan kesatuan wilayah kita. Kita kan masih satu wilayah NKRI. Desa lain yang membutuhkan lebih prioritas sesuai kemampuan anggaran tentu lebih diutamakan karena mereka lebih membutuhkan dan sesuai dengan RPJMD kita. Tidak mungkin semua usulan diterima dalam kondisi masih minimnya anggaran”, jelas orang nomor satu di Lombok Barat ini, Rabu (8/2) lalu disela-sela mengikuti Musyawarah Perenca naan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Gerung di halaman Kantor camat Gerung.


Menurut Bupati, Musrenbang kecamatan kali ini ditujukan untuk mendapatkan daftar usulan prioritas yang akan diperjuangkan lagi pada Musrenbang tingkat kabupaten yg akan diselenggarakan bulan Maret nanti.

Kepala Bappeda Lobar, H. Baihaqi menjelaskan, Musrenbang merupakan kegiatan tahunan yang difasilitasi oleh Bappeda. Pada kesempatan itu, hadir Camat Gerung Dra. Bq. Mustika Dewi, anggota DPRD Lobar Dapil Gerung dan Kuripan serta 14 orang Kepala Desa se-Kecamatan Gerung termasuk di dalamnya tiga kelurahan.

Kepala Bappeda Lobar menambahkan, beberapa rumusan strategis kebijakan serta pendekatan daerah dalam perencanaan. Di samping itu, untuk memenuhi target efektif, Musrenbang ini pun menyertakan narasumber dari SKPD lain. “Ada 12 SKPD teknis yang telah merumus rencana kerjanya hadir bersama kita”, paparnya.

Menurutnya, semua kepala SKPD teknis akan memaparkan programnya sesuai scala prioritas yang dibutuhkan lurah maupun Kepala Desa. Hal ini harus didasarkan pada Rencana Strategis SKPD dan usulan kegiatannya tahun 2018.

Berdasarkan ketentuan UU. No. 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), maka Musrenbangcam merupakan salah satu prosedur untuk memastikan perencanaan pembangunan mengakomodir masukan dan usulan dari bawah (bottom up). (Budi-Kim Gerung)

print