Warga Bajur Takut Masuk Rumah

Labuapi-KIM. Gempa yang mengguncang pulau lombok dengan kekuatan 7,0 scale richter pada 5/7 yang lalu mengakibatkan trauma yang mendalam terhadap korban terdampak yang berada di seluruh kabupaten kota di pulau Lombok tak terkecuali masyarakat desa Bajur Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat.

Dari dampak gempa ini masyarakat desa Bajur sampai saat ini masih merasakan ketakutan untuk masuk kerumahnya sendiri. Sampai saat ini seluruh masyarakat desa Bajur masih mengungsi dan tidur di tempat pengungsian.

Menurut Hafiz seorang pengungsi asal dusun Kali jaga menyatakan “saya lebih tenang di tidur di tempat pengungsian ini ketimbang saya tidur di rumah saya pak, saya takut kalau-kalau rumah saya roboh dan menimpa saya dan anak-anak saya dan kakek saya”. Jelasnya saat ditemui KIM Al Bajuri (15/8).

Hal senada juga diungkapkan oleh ketua RT 1 Dusun Bajur kalijag Mahyudin ” saya dan warga sudah mengungsi sejak malam kejadian itu pak, kami belum berani pulang kerumah kami”. Tambahnya

Seluruh masyarakat Desa Bajur mengungsi di tempat-tempat yang mereka anggap aman muali dari lapangan umum desa Bajur, halaman-halaman rumah sampai sawah yang baru selesai panen, “warga kami mengungsi di berbagai tempat yang menurut mereka aman sehingga para warga kami menempati pekarangan rumah, sawah dan lapangan untuk tempat mengungsi”. Tegas sekertaris desa Bajur Ahmad Juaini, S.Pd. I.

Masih menurut Ahmad panggilan akrab sekdes Bajur bahwa “jumlah pengungsi di masing-masing tempat pengungsian sangat bervariatif tergantung luas lahan tempat pengungsian namun yang terbanyak di lapangan umum desa Bajur terdapat 125 kepala keluarga dan ditempat lain rata-rata 10 sampai dengan 20 kepala keluarga “. Jelasnya.

Ditanya mengenai bantuan apa yang diberikan pemerintahan desa Bajur Ahmad menjawab ” untuk sementara ini kami hanya mampu menyiapkan tenda yang kamu buat dari terpal dengan bertiangkan bambu, kami membikin 3 tenda dengan ukuran 10×10″. Jawabnya. Musleh/KIM Al Bajuri

print