Warga Desa Bayu Urip Beberut Kotoran Sapi7

IMG-20170203-WA0019Gerung, KIM– Banyaknya kotoran Sapi yang berserakan di jalan dan pekarangan rumah Membuat warga Desa Banyu Urip Kecamatan Gerung mengambil inisiatif menjadikannya sumber yang bermamfaat.

Desa Banyu Urip merupakan daerah yang berada di areal perbukitan, dengan luas Wilayah 2.504.831 M2. Jumlah penduduknya sendiri 7.732 orang dengan Mata Pencaharian 78 % adalah Petani. Di tempat ini Hampir tiap hari ditemukan kotoran Sapi yang berserakan dan membuat bau tidak sedap. Kondisi lingkungan yang tidak nyaman ini disebabkan karena banyaknya warga yang memlihara Sapi.Tercatat 172 ekor Sapi dipelihara disini.Namun Akhir –akhir ini, pemandangan kotor dan bau tidak sedap tidak lagi dijumpai di tempat ini.

Berdasarkan inisiatif warga, pihak Pemerintah Lombok Barat serta kejasama pihak swasta dalam hal ini Hivos, Kotoran sapi di jadikan barang yang bernilai dan . menjadi rebutan warga.

Setelah mendapatkan bimtek dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan pihak Hivos serta ditetapkanya Desa banyu Urip menjadi kawasan Desa Mandiri Energi (DME) oleh Pemerintah. Maka Kotoran sapi yang tadinya tidak bermamfaat diolah biogasnya mejadi reactor biogas. limbah slurry sebagai bahan baku pembuatan pupuk organic, pakan ikan serta sebagai penerangan rumah tangga.

Hasilnyapun digunakan sendiri dan untuk dijual. Saat ini di Desa Banyu Urip melalui Dana Alokasi Khusus Pusat tahun 2015 telah terbangun 99 unit biogas kapasitas 4 m3, reactor biogas kapasitas 4 m3 dan biogas unit rumahan sebanyak 35 Unit.

Pemamfaaatan Kotoran sapi di Desa Banyu Urip memberikan dampak yang positif.Kini masyarakat tidak lagi merambah hutan untuk keperluan memasak sehingga menjaga kesuburan hutan.

Masyarakat pengguna tidak lagi menggunakan gas LPG. Dapat memanfaatkan limbah selury sebagai pupuk kompos untuk keperluan sendiri bak digunakan untuk sawah maupun tanaman-tanaman halaman.
memanfaatkan limbah cair sebagai pupuk cair.sebagai penerangan rumah alternative.

Secara ekonomi, limbah selury dapat dijual dan diolah selain sebagai pupuk organic juga sebagai bahan baku pakar ikan. Mengurangi pencemaran dampak lingkungan yang diakibatkan kotoran ternak.

Pengembangan Program yang dijalankan di Desa Banyu urip bukan tampa kendala. Kendala lapangan yang dihadapi masyrakat yaitu Tidak terjaminnya ketersediaan bahan baku kotoran ternak karena pemilik ternak dapat menjual ternaknya,Tidak terpeliharanya reactor biogas.

Kurang intervensinya pemerintah terkait peningkatan kapasitas SDM dan sumber dana. Tidak adanya market share untuk hasil produksi masyarakat pengguna biogas.Tidak adanyan demplot zonasi pertanian organic (BUDI-KIM GERUNG

print