Zikir Keliling, Media Perekat Silaturrahmi Warga

Narmada KIM – Waktu itu jumat tanggal 17 Februari 2017, tepatnya setelah melaksanakan ibadah shalat jumat  berjamaah di Masjid Nurul Latif Dusun Tempit Desa Mekar Sari, menjadi awal dihidupkan kembali zikir keliling yang lama sudah mati, ketika musyawarah itu digelar berbagai pendapatpun muncul dari warga.

Seperti sapinah salah satu warga mengatakan “ini sudah sering sekali kita lakukan namun berjalan bebrapa tahun kemudian berhenti lagi”. Senada dengan pendapat pendapt sapinah, Reni yang juga berkomentar seusai sapinah memberikan pandangannya, “betul itu satu-satu saja jalankan dulu jangan semua mau kita kerjakan nanti tidak bisa jalan lagi”.

Pro kontra pendapat menjadi hal yang sangat lumrah terjadi dalam setiap musyawarah, suasana diskusipun hidup mewarnai musyawarah warga, dua minggu yang lalu.  “zikir keliling kita jadikan sebagai momen untuk bersilaturrahmi antar warga mungkin ada yang sibuk seharian sehingga jarang bertemu dengan warga lainnya”, ajak Saefudin Kadus Tempit ketika memimpin musyawarah.

Dan setelah alotnya musyawarah karena kebanyakan dari warga yang mengingikan adanya forum zikir keliling ini, akhirnya disepakati oleh seluruh warga untuk menghidupkan kembali kegiatan zikir keliling pada malam senin sekali dalam seminggu.

 

Selain sebagai media untuk merekatkan silaturrahmi, forum zikiran keliling  juga sangat efektif untuk dijadikan sebagai wadah sosialisasi program-program pemerintah khususnya program Pemerintah Desa sebab dalam zikiran keliling ini semua warga hadir, kecuali warga yang ada kepentingan mendadak atau yang tidak bisa ditunda. Zikiran keliling yang dimaksudkan tersebut difokuskan dimasjid, namun jika ada permintaan dari warga maka akan dilaksanakan dirumah warga yang meminta.

Sudah dua kali berjalan zikiran keliling semenjak digagas kembali untuk dihudupkan, minggu pertama dilaksanakan dirumah Nurudin dan minggu kedua dilaksanakan dirumah Amaq Sidik.

Manfaat zikir keliling ini tak bisa pungkiri, dalam setiap forum zikiran keliling dilakukan, selalu ada hal-hal menarik yang menjadi bahan obrolan terkait dengan keadaan dan kondisi masyarakat.

Dampak positif tersebut nampak ketika zikiran keliling yang kedua dirumah amaq sidiq, seusai zikiran dilanjut dengan obrolan tentang perabot banjar dan membagi tugas dalam acara begawe. (Mustar KIM Mekar Sari)

print