Gerung, Diskominfotik - Upaya mendorong lahirnya inovasi daerah yang berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Salah satunya melalui kegiatan konsultasi dan koordinasi yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lombok Barat kepada Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Lombok Barat terkait pengembangan Sistem Informasi Kehadiran Pegawai (SIHAWA) sebagai inovasi daerah unggulan.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Diskominfotik Kabupaten Lombok Barat tersebut menjadi forum strategis untuk membahas pengembangan, implementasi, manfaat, serta potensi penguatan aplikasi SIHAWA sebagai salah satu inovasi digital yang mendukung peningkatan kualitas manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran BKPSDM Kabupaten Lombok Barat serta tim pengelola aplikasi SIHAWA dari Bidang Pemerintahan Digital dan Persandian Diskominfotik Kabupaten Lombok Barat. Pertemuan ini dilaksanakan sebagai bagian dari proses penyusunan dan penguatan dokumen inovasi daerah yang akan dikembangkan melalui BKPSDM selaku perangkat daerah yang memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan kebijakan manajemen ASN.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pemerintahan Digital dan Persandian Diskominfotik Kabupaten Lombok Barat, Sumirah, S.Kom., M.Eng., memberikan pemaparan secara langsung mengenai latar belakang, proses pengembangan, implementasi, serta manfaat yang telah dihasilkan oleh aplikasi SIHAWA sejak mulai diterapkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Sumirah menjelaskan bahwa SIHAWA merupakan salah satu inovasi digital yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pengelolaan kehadiran pegawai secara lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Melalui sistem yang terintegrasi, proses pencatatan kehadiran ASN dapat dilakukan secara digital dan dipantau secara real time oleh perangkat daerah maupun pimpinan daerah.
Transformasi digital tidak hanya berbicara tentang penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu memberikan solusi terhadap permasalahan organisasi. SIHAWA hadir untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kehadiran pegawai sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data, jelas Sumirah.
Ia menambahkan bahwa sebelum penerapan SIHAWA, proses pencatatan kehadiran masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses informasi, proses rekapitulasi yang membutuhkan waktu cukup panjang, hingga potensi kesalahan pencatatan yang dapat memengaruhi kualitas data kepegawaian. Kehadiran SIHAWA mampu menjawab tantangan tersebut melalui sistem yang terintegrasi dan mudah diakses oleh seluruh perangkat daerah.
Dalam paparannya, Sumirah juga menjelaskan perjalanan pengembangan aplikasi SIHAWA mulai dari tahap perencanaan, pembangunan sistem, implementasi, hingga berbagai penyempurnaan yang dilakukan berdasarkan kebutuhan pengguna. Pengembangan aplikasi dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek keamanan informasi, kemudahan penggunaan, efektivitas layanan, serta integrasi dengan sistem pemerintahan lainnya.
Menurutnya, SIHAWA saat ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatat absensi pegawai, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Lombok Barat. Data yang dihasilkan aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi kinerja, monitoring kedisiplinan ASN, penyusunan laporan kepegawaian, serta mendukung kebijakan manajemen ASN yang berbasis data.
Kepada tim BKPSDM, Sumirah juga memaparkan berbagai manfaat yang telah dirasakan sejak implementasi SIHAWA, antara lain meningkatnya disiplin pegawai, kemudahan dalam monitoring kehadiran, percepatan penyusunan laporan administrasi kepegawaian, serta tersedianya data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung proses pengambilan keputusan.
Saat ini pemerintah dituntut untuk menghasilkan kebijakan yang berbasis data. SIHAWA menjadi salah satu instrumen penting yang membantu pemerintah daerah memperoleh informasi kehadiran ASN secara cepat, akurat, dan terpercaya sehingga dapat dimanfaatkan dalam mendukung berbagai kebijakan kepegawaian, ungkapnya.
Selain membahas aspek teknis aplikasi, pertemuan tersebut juga mendiskusikan potensi SIHAWA sebagai inovasi daerah yang dapat diikutsertakan dalam berbagai ajang penilaian inovasi pemerintah daerah. BKPSDM melihat bahwa SIHAWA memiliki nilai strategis karena mampu menghadirkan solusi digital yang efektif terhadap tantangan pengelolaan kehadiran pegawai sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja organisasi.
Dalam sesi diskusi, tim BKPSDM menggali berbagai informasi terkait latar belakang inovasi, permasalahan yang berhasil diselesaikan, tingkat keberhasilan implementasi, manfaat yang dihasilkan, hingga peluang pengembangan sistem di masa mendatang. Informasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen inovasi daerah yang akan diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Sumirah menegaskan bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga dari kemampuan inovasi tersebut dalam memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan SIHAWA akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan teknologi informasi.
Kegiatan konsultasi ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BKPSDM dan Diskominfotik dalam mendukung agenda transformasi digital daerah. Kolaborasi lintas perangkat daerah dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak yang luas bagi peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
BKPSDM Kabupaten Lombok Barat mengapresiasi dukungan serta penjelasan yang diberikan oleh Diskominfotik Kabupaten Lombok Barat, khususnya Bidang Pemerintahan Digital dan Persandian sebagai pengembang aplikasi SIHAWA. Berbagai informasi yang diperoleh dalam kegiatan konsultasi tersebut akan menjadi bahan penting dalam proses penyusunan dokumen inovasi daerah sekaligus menjadi dasar dalam penguatan dan pengembangan aplikasi ke depan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. SIHAWA diharapkan tidak hanya menjadi sistem administrasi kepegawaian, tetapi juga berkembang sebagai inovasi digital unggulan daerah yang mampu mendukung terwujudnya birokrasi yang profesional, modern, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Ke depan, sinergi antara BKPSDM dan Diskominfotik akan terus diperkuat guna memastikan berbagai inovasi digital yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, efisien, adaptif, dan berdaya saing di era transformasi digital.
(Diskominfotik)
Credit : Bidang Pemerintahan Digital dan Persandian
Email tidak akan di publikasi. Field yang harus diisi ditandai dengan tanda *