LOGO DISKOMINFOTIK
Beranda > Berita > Diskominfotik Lombok Barat Perdalam Teknis Srikandi Dan Perkuat Keamanan D…
Berita Utama

Diskominfotik Lombok Barat Perdalam Teknis SRIKANDI dan Perkuat Keamanan Digital melalui Bimtek SPBE

Posting oleh diskominfolobar - 7 Mei 2026 - Dilihat 377 kali

Gerung, Diskominfotik

Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Lombok Barat melalui Bidang Pemerintahan Digital dan Persandian melanjutkan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) dan Sertifikat Elektronik dengan sesi pendalaman teknis aplikasi serta penguatan keamanan digital. Kegiatan yang berlangsung di D'Tomaso Green House pada Kamis (7/5/2026) ini diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemerintah desa se-Kabupaten Lombok Barat.

Pada sesi teknis tersebut, peserta mendapatkan pemahaman lebih mendalam terkait implementasi dan pengembangan terbaru aplikasi SRIKANDI sebagai sistem surat-menyurat elektronik resmi pemerintah yang mendukung pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Materi teknis disampaikan oleh tim Pemerintahan Digital dan Persandian (Pemdiaman) Diskominfotik Kabupaten Lombok Barat, Donny Kurniawan. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai fitur terbaru aplikasi SRIKANDI yang terus dikembangkan guna mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efektif, aman, dan terintegrasi.

Menurutnya, aplikasi SRIKANDI saat ini tidak hanya berfungsi sebagai media surat-menyurat elektronik, tetapi juga telah berkembang menjadi sistem pengelolaan arsip digital yang mampu mendukung proses administrasi pemerintahan secara menyeluruh. Seluruh proses mulai dari pembuatan surat, disposisi, penomoran, penandatanganan elektronik, hingga pengarsipan dokumen dapat dilakukan secara digital dalam satu platform yang terintegrasi.

Melalui aplikasi SRIKANDI, proses administrasi pemerintahan menjadi lebih cepat, efisien, dan mudah dipantau. Semua riwayat surat dan disposisi tersimpan secara sistematis sehingga memudahkan pencarian dokumen dan mengurangi risiko kehilangan arsip, jelas Donny Kurniawan saat menyampaikan materi.

Dalam sesi tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah pembaruan fitur terbaru pada aplikasi SRIKANDI, termasuk rencana penerapan sistem keamanan Multi Factor Authentication (MFA) atau autentikasi multi faktor sebagai langkah penguatan keamanan akun pengguna.

Donny menjelaskan bahwa penerapan MFA menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan data dan dokumen pemerintahan yang tersimpan di dalam sistem. Dengan MFA, pengguna nantinya tidak hanya menggunakan kata sandi saat login, tetapi juga memerlukan verifikasi tambahan seperti kode OTP atau autentikasi perangkat tertentu guna memastikan akses sistem dilakukan oleh pengguna yang sah.

Keamanan menjadi prioritas utama dalam sistem pemerintahan digital. Dengan adanya MFA, potensi penyalahgunaan akun maupun akses ilegal terhadap dokumen pemerintahan dapat diminimalisir, ujarnya.

Selain pembahasan terkait keamanan digital, peserta juga mendapatkan penjelasan teknis mengenai alur penggunaan aplikasi SRIKANDI, mulai dari manajemen pengguna, registrasi akun, pengelolaan surat masuk dan surat keluar, pembuatan disposisi elektronik, hingga pengarsipan dokumen digital sesuai kaidah tata naskah dinas pemerintahan.

Pada sesi praktik, peserta diajak untuk mencoba langsung berbagai fitur dalam aplikasi, termasuk proses unggah dokumen, pemberian nomor surat otomatis, penggunaan tanda tangan elektronik melalui sertifikat elektronik, serta distribusi surat antar perangkat daerah secara digital. Peserta juga diberikan simulasi mengenai proses pelacakan surat dan monitoring disposisi secara real time melalui sistem.

Menurut Donny, implementasi aplikasi SRIKANDI memiliki dampak besar terhadap peningkatan efisiensi birokrasi, khususnya dalam mengurangi ketergantungan terhadap dokumen fisik. Dengan sistem digital, proses pengiriman surat antar instansi dapat dilakukan lebih cepat tanpa pengiriman manual yang membutuhkan waktu dan biaya operasional tambahan.

Selain itu, penggunaan sistem elektronik juga mendukung kebijakan efisiensi anggaran pemerintah melalui pengurangan penggunaan kertas, tinta cetak, serta biaya perjalanan dan bahan bakar minyak (BBM) untuk distribusi dokumen. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang lebih ramah lingkungan melalui konsep paperless office.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam implementasi aplikasi SRIKANDI di instansi masing-masing. Tim Pemdiaman Diskominfotik Kabupaten Lombok Barat memberikan pendampingan langsung serta solusi teknis terhadap berbagai permasalahan yang disampaikan peserta.

Melalui kegiatan bimbingan teknis ini, Diskominfotik Kabupaten Lombok Barat berharap seluruh OPD dan pemerintah desa semakin memahami penggunaan aplikasi SRIKANDI secara optimal sehingga implementasi SPBE di Kabupaten Lombok Barat dapat berjalan lebih maksimal, terintegrasi, dan aman.

Penguatan digitalisasi administrasi pemerintahan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi di era digital.


(Diskominfotik)
Credit : Tim Pemdiaman


Silahkan beri komentar

Email tidak akan di publikasi. Field yang harus diisi ditandai dengan tanda *