Mataram, 14 Juli 2026 Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) Mataram menggelar kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja NyataPembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) ke-43 di Gedung Teater Ahmad Firdaus Sukmono, Selasa (14/7). Mengusung tema "Transformasi Pariwisata dan UMKM Desa Berbasis Inovasi dan Digitalisasi Berkelanjutan", kegiatan ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke desa-desa lokasi KKN di Kabupaten Lombok Barat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Islam Al-Azhar, Dr. Ir. Muh. Ansyar, M.P. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tema KKN tahun ini sangat relevan dengan tantangan pembangunan desa di era digital, khususnya dalam mendorong penguatan sektor pariwisata dan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.
Sebanyak 264 mahasiswa akan melaksanakan KKN-PPM selama satu bulan di sejumlah desa yang berada di Kecamatan Narmada dan Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa akan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan untuk memastikan program kerja berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam arahannya, Rektor Unizar berpesan agar seluruh peserta mampu menjaga nama baik almamater serta menghormati nilai-nilai budaya dan adat istiadat masyarakat desa.
"Jagalah nama baik universitas dan hormati adat istiadat masyarakat. Kegagalan maupun keberhasilan sangat ditentukan oleh kemampuan beradaptasi. Berkontribusilah sebanyak mungkin kepada masyarakat dan manfaatkan waktu KKN sebaik-baiknya karena inilah wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi," ujar Dr. Ir. Muh. Ansyar, M.P.
Sebagai bagian dari pembekalan, Universitas Islam Al-Azhar menghadirkan narasumber dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Lombok Barat, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemerintahan Digital dan Persandian, Sumirah, S.Kom., M.Eng.
Dalam paparannya yang bertajuk "Digital Marketing, Branding, Marketplace, Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), dan Media Sosial", Sumirah menjelaskan pentingnya transformasi digital sebagai strategi meningkatkan daya saing UMKM desa dan memperkuat promosi destinasi wisata berbasis teknologi.

Materi yang disampaikan mencakup pemanfaatan digital marketing, penguatan branding produk lokal, optimalisasi marketplace, penggunaan media sosial sebagai sarana promosi, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu pembuatan konten digital, pemasaran, dan peningkatan layanan kepada masyarakat.
Selain itu, Sumirah juga mendorong mahasiswa untuk membantu desa mengoptimalkan berbagai platform digital yang telah tersedia, termasuk website desa sebagai media informasi dan promosi.
"Mahasiswa KKN-PPM memiliki peran strategis dalam mempercepat digitalisasi desa. Salah satu kontribusi nyata yang dapat dilakukan adalah mengoptimalkan website desa sebagai media publikasi seluruh kegiatan, potensi, layanan, dan program kerja desa, sehingga informasi dapat diakses masyarakat secara lebih luas dan meningkatkan promosi desa secara berkelanjutan," ungkap Sumirah.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan transformasi digital desa tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan membangun kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, pelaku UMKM, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), dan perguruan tinggi.
Kegiatan pembekalan turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Islam Al-Azhar, di antaranya para Wakil Rektor, Dekan, Ketua Program Studi, dosen pembimbing lapangan, serta sivitas akademika lainnya.
Melalui pelaksanaan KKN-PPM ke-43 ini, Universitas Islam Al-Azhar berharap mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi bagi pembangunan desa. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat transformasi digital UMKM dan pariwisata desa sehingga tercipta desa yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
(Diskominfotik)
Credit: Sumirah/Tim Pemdigi
Email tidak akan di publikasi. Field yang harus diisi ditandai dengan tanda *