Lembar, 13 Juli 2026 , Sebanyak sekitar 141 peserta didik baru SMKN 1 Lembar mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung pada 1318 Juli 2026. Mengusung tema "Membangun Karakter, Menumbuhkan Prestasi, Siap Berkarya untuk Indonesia", kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum membentuk karakter, disiplin, serta kesiapan siswa menghadapi tantangan pendidikan dan perkembangan teknologi digital.
Kepala SMKN 1 Lembar, Ahmad Quroni, M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi utama sebelum peserta didik mengembangkan kompetensi akademik maupun keterampilan vokasi.
Selama enam hari pelaksanaan MPLS, para siswa mendapatkan berbagai materi yang dirancang untuk memperkuat karakter, menanamkan budaya belajar, membangun semangat berprestasi, serta mempersiapkan mereka memasuki jenjang pendidikan menengah kejuruan.
Salah seorang guru sekaligus penyelenggara MPLS, Ary, mengatakan bahwa pembentukan karakter tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah, melainkan harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Ia mencontohkan pola pengasuhan yang diterapkannya kepada anak yang masih duduk di kelas VI sekolah dasar, yakni dengan menerapkan jadwal penggunaan gawai secara disiplin. Menurutnya, pengendalian penggunaan gadget sejak dini merupakan bagian penting dalam membangun karakter, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola diri.
"Pembentukan karakter harus dimulai dari rumah. Anak perlu dibiasakan mengatur waktu, termasuk dalam menggunakan gadget. Kebiasaan kecil seperti itu akan membentuk karakter mereka di masa depan," ujarnya.
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah Literasi Digital yang disampaikan oleh narasumber dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik. Materi tersebut mengangkat empat pilar literasi digital, yakni Digital Skills (kecakapan digital), Digital Ethics (etika digital), Digital Safety (keamanan digital), dan Digital Culture (budaya digital).
Melalui materi tersebut, siswa dibekali kemampuan menyaring informasi, mengenali berita bohong (hoaks), memahami etika berkomunikasi di ruang digital, serta mencegah berbagai bentuk kekerasan di dunia maya, termasuk cyberbullying.
Narasumber, H. Iswarta, menekankan bahwa kemampuan mengendalikan diri dalam menggunakan media komunikasi merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda.
"Yang paling penting untuk diketahui, diingat, dan dilaksanakan adalah bagaimana kita mampu mengelola diri dalam menggunakan sarana komunikasi, baik dalam percakapan langsung maupun melalui media sosial," katanya di hadapan para peserta MPLS.
Ia juga membagikan pengalamannya ketika menjabat sebagai camat. Menurutnya, tidak sedikit persoalan yang dilaporkan masyarakat berawal dari ketidakhati-hatian remaja dalam menggunakan media sosial.
Mulai dari kasus cyberbullying, provokasi yang berujung perkelahian antarpelajar, hingga penyalahgunaan teknologi seperti judi online dan kecanduan game online menjadi contoh nyata yang disampaikan kepada para siswa agar mereka lebih bijak memanfaatkan teknologi.
"Semua itu sering kali bermula dari hal yang dianggap sepele, yaitu penggunaan jari di media sosial tanpa berpikir panjang. Karena itu, siswa harus mampu mengendalikan gadget agar tidak merugikan diri sendiri, keluarga, sekolah, maupun masyarakat," ungkapnya.
Suasana MPLS berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, berdiskusi, serta menyampaikan berbagai pertanyaan kepada narasumber.
Melalui rangkaian kegiatan ini, SMKN 1 Lembar menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul dalam bidang keahlian, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter, beretika, cakap memanfaatkan teknologi, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Tema "Membangun Karakter, Menumbuhkan Prestasi, Siap Berkarya untuk Indonesia" menjadi cerminan tekad SMKN 1 Lembar dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial di era digital.
Dengan fondasi karakter yang kuat dan pemahaman literasi digital yang baik, para siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang berprestasi, produktif, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah dan Indonesia di masa depan.
Email tidak akan di publikasi. Field yang harus diisi ditandai dengan tanda *