LOGO DISKOMINFOTIK
Beranda > Berita > Wujudkan Satu Data, Diskominfotik Lobar Gelar Diskusi Klinis/Desk Data Val…
Berita Utama

Wujudkan Satu Data, Diskominfotik Lobar Gelar Diskusi Klinis/Desk Data Validasi E-Walidata SIPD RI

Posting oleh diskominfolobar - 21 Mei 2026 - Dilihat 388 kali

 

Giri Menang Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Lombok Barat bergerak cepat untuk memastikan akurasi data daerah. Melalui Bidang Statistik Sektoral, Diskominfotik selaku Walidata menggelar pertemuan Diskusi Klinis dan Desk Data dalam rangka Validasi dan Verifikasi Data pada aplikasi E-Walidata SIPD RI (Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia).

Agenda krusial ini dilaksanakan pada Selasa (19/5/2026), mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WITA, bertempat di Angkringan Balap, Midang, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Bidang Statistik Sektoral Diskominfotik Lombok Barat, yang sekaligus memimpin jalannya diskusi klinis yang berlangsung intensif tersebut.

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran penting dalam ekosistem data daerah, di antaranya Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Barat selaku Pembina Data, Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Lombok Barat selaku Koordinator Satu Data Indonesia (SDI) tingkat kabupaten, serta  jajaran bidang teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Bidang P3KL pada Dinas Kesehatan dan PPKB selaku Produsen Data.

Langkah verifikasi ini bukan sekadar pemenuhan aspek administratif belaka. Di era digital, data sektoral yang diinput ke dalam portal E-Walidata SIPD RI memegang peranan penentu dalam arah kebijakan daerah.

Secara makro, E-Walidata SIPD RI memiliki kegunaan strategis bagi perencanaan pembangunan di daerah, antara lain:

Penyusunan Dokumen Perencanaan yang Presisi: Data yang valid menjadi fondasi utama dalam menyusun Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Jika datanya keliru, kebijakan yang diambil berpotensi tidak tepat sasaran.

 Efisiensi Anggaran dan Program: Dengan data yang akurat, pemerintah daerah dapat memetakan kebutuhan riil masyarakat secara objektifmulai dari angka stunting, fasilitas sekolah, hingga infrastruktur kesehatansehingga pengalokasian anggaran menjadi jauh lebih efisien.

 Sinkronisasi Pusat dan Daerah: Sistem yang terintegrasi secara nasional ini memastikan bahwa perencanaan di tingkat Kabupaten Lombok Barat selaras dengan target pembangunan makro Pemerintah Pusat.

 "Diskusi klinis ini bertujuan untuk menganalisis, mengevaluasi, memverifikasi, dan memvalidasi data sektoral secara ketat. Kita ingin memastikan data yang dihasilkan oleh OPD selaku produsen data benar-benar berkualitas, sahih, dan sepenuhnya memenuhi standar tata kelola Satu Data Indonesia," ujar Kabid Statistik Sektoral di sela-sela memimpin pertemuan.

Temukan Anomali Data, BPS dan Bapperida Berikan Catatan Kritis

Dalam proses pembedahan (desk) data yang berlangsung hingga siang hari tersebut, tim verifikator menemukan sejumlah persoalan teknis, seperti adanya data yang anomali (tidak wajar), data yang kurang valid, hingga beberapa formulir data sektoral yang terpantau masih kosong.

Merespons temuan tersebut, BPS Lombok Barat bersama Bapperida dan Diskominfotik langsung memberikan catatan kritis serta masukan konkret kepada dinas terkait selaku Produsen Data. Mereka diminta untuk segera melakukan perbaikan mendalam terhadap elemen-elemen data yang dinilai belum valid.

Sebaliknya, terhadap data sektoral yang setelah diuji terbukti sudah akurat dan valid, Diskominfotik Lombok Barat langsung melakukan penguncian verifikasi dan validasi resmi di dalam sistem E-Walidata.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Kabupaten Lombok Barat optimistis dapat menyajikan basis data tunggal yang bersih dan tepercaya, demi mendorong pembangunan daerah yang lebih terukur, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

 

(Diskominfotik/BSS/erman)


Silahkan beri komentar

Email tidak akan di publikasi. Field yang harus diisi ditandai dengan tanda *